kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.488.000   -13.000   -0,52%
  • USD/IDR 16.707   7,00   0,04%
  • IDX 8.647   2,68   0,03%
  • KOMPAS100 1.194   -2,61   -0,22%
  • LQ45 847   -5,47   -0,64%
  • ISSI 309   -0,04   -0,01%
  • IDX30 437   -2,15   -0,49%
  • IDXHIDIV20 510   -4,16   -0,81%
  • IDX80 133   -0,62   -0,47%
  • IDXV30 139   0,36   0,26%
  • IDXQ30 140   -0,77   -0,54%

70 Emiten Masuk Daftar Delisting BEI, Investor Perlu Waspada


Jumat, 02 Januari 2026 / 03:44 WIB
70 Emiten Masuk Daftar Delisting BEI, Investor Perlu Waspada
ILUSTRASI. BEI mengumumkan 70 perusahaan tercatat yang berpotensi dibatalkan pencatatan sahamnya (delisting) pada 2026. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan 70 perusahaan tercatat yang berpotensi dibatalkan pencatatan sahamnya (delisting) pada 2026.

Menurut aturan BEI, potensi delisting dilakukan karena perusahaan mengalami suatu kondisi atau peristiwa yang signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan, baik secara finansial atau secara hukum, dan perusahaan tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Perusahaan juga berpotensi didelisting apabila tidak memenuhi persyaratan pencatatan di BEI dan/atau telah mengalami suspensi efek, baik di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dan/atau di seluruh Pasar, paling kurang selama 24 bulan terakhir.

Sementara itu, perusahaan tercatat yang mengalami suspensi efek selama enam bulan berturut-turut juga berpotensi untuk dilakukan delisting dan BEI wajib mengumkannya kepada publik.

"Per tanggal 30 Desember 2025, suspensi efek atas perusahaan tercatat berikut ini telah mencapai jangka waktu enam bulan atau lebih," tulis BEI dalam Pengumuman BEI No.: Peng-00003/BEI.PLP/12-2025, dikutip Kamis (1/1/2025).

Baca Juga: Panduan Lengkap Bayar Cicilan Pegadaian Pakai DANA

Berdasarkan pengumuman tersebut, terdapat empat badan usaha milik negara (BUMN) yang masuk dalam daftar perusahaan yang berpotensi delisting, yaitu PT Indofarma (Persero) Tbk, PT PP Properti (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Selain itu, perusahaan dari berbagai sektor juga masuk ke dalam daftar, di antaranya dari sektor tekstil PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk dan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), hingga sektor energi PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk.

Berikut daftar 70 perusahaan tercatat yang berpotensi delisting oleh BEI pada 2026.

  1. PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI)
  2. PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY)
  3. PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI)
  4. PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS)
  5. PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA)
  6. PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS)
  7. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)
  8. PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF)
  9. PT Cowell Development Tbk (COWL)
  10. PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI)
  11. PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL)
  12. PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)
  13. PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY)
  14. PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA)
  15. PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW)
  16. PT Aksara Global Development Tbk (GAMA)
  17. PT Golden Plantation Tbk (GOLL)
  18. PT HK Metals Utama Tbk (HKMU)
  19. PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME)
  20. PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL)
  21. PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP)
  22. PT Indofarma Tbk (INAF)
  23. PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE)
  24. PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY)
  25. PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU)
  26. PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI)
  27. PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP)
  28. PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS)
  29. PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH)
  30. PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA)
  31. PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP)
  32. PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI)
  33. PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT)
  34. PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)
  35. PT Metro Realty Tbk (MTSM)
  36. PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX)
  37. PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA)
  38. PT Polaris Investama Tbk (PLAS)
  39. PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN)
  40. PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL)
  41. PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL)
  42. PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA)
  43. PT PP Properti Tbk (PPRO)
  44. PT Master Print Tbk (PTMR)
  45. PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE)
  46. PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO)
  47. PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK)
  48. PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT)
  49. PT Siwani Makmur Tbk (SIMA)
  50. PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB)
  51. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB)
  52. PT SMR Utama Tbk (SMRU)
  53. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
  54. PT Sugih Energy Tbk (SUGI)
  55. PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR)
  56. PT Tianrong Chemicals Industry Tbk (TDPM)
  57. PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH)
  58. PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE)
  59. PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA)
  60. PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK)
  61. PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS)
  62. PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS)
  63. PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM)
  64. PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL)
  65. PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO)
  66. PT Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT)
  67. PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO)
  68. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
  69. PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP)
  70. PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)

Tonton: Bank Sentral Dunia Borong Emas, Harga Bisa Tembus US$ 4.900/oz !

Kesimpulan

BEI mengungkapkan sebanyak 70 perusahaan tercatat berpotensi delisting pada 2026 akibat masalah keberlanjutan usaha, ketidakpatuhan terhadap aturan pencatatan, serta suspensi saham berkepanjangan. Daftar tersebut mencakup berbagai sektor, termasuk empat BUMN, sehingga menjadi sinyal peringatan bagi investor untuk mencermati kondisi fundamental dan status perdagangan saham emiten secara lebih berhati-hati.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "BEI Umumkan Daftar 70 Perusahaan yang Berpotensi Delisting, Ada 4 BUMN"

Selanjutnya: Puasa Berapa Hari Lagi? Cek Awal Ramadhan 2026 Versi Pemerintah & Muhammadiyah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

×