kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.814   -85,00   -0,50%
  • IDX 8.396   124,32   1,50%
  • KOMPAS100 1.183   18,77   1,61%
  • LQ45 848   12,48   1,49%
  • ISSI 300   4,67   1,58%
  • IDX30 445   8,19   1,88%
  • IDXHIDIV20 530   8,41   1,61%
  • IDX80 132   1,86   1,43%
  • IDXV30 145   1,60   1,12%
  • IDXQ30 143   2,42   1,73%

Bagaimana Emas Antam Pekan Ini? Ada Peluang Bertahan di Kisaran Rp 3 Juta Per Gram


Selasa, 24 Februari 2026 / 02:16 WIB
Bagaimana Emas Antam Pekan Ini? Ada Peluang Bertahan di Kisaran Rp 3 Juta Per Gram
ILUSTRASI. Ketegangan Timur Tengah hingga kebijakan suku bunga The Fed pengaruhi emas. Waspadai selisih harga yang harus diwaspadai sebelum menjual. (KONTAN/Baihaki)

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas batangan atau logam mulia PT Antam Tbk (ANTM) diperkirakan bergerak fluktuatif pada pekan ini. Meski begitu, berpeluang untuk bertahan di sekitar level Rp 3 juta per gram.

Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan harga emas domestik tidak lepas dari pengaruh harga emas dunia.

Pada Sabtu pagi, emas dunia ditutup di level US$ 5.042 per troy ons, jika terjadi kenaikan pada pekan ini maka level resisten pertama diperkirakan di US$ 5.134 per troy ons, dengan potensi harga logam mulia mencapai Rp 3 juta per gram.

"Kemudian kalau seandainya emas dunia (kembali) naik, resisten kedua di US$ 5.245, logam mulia-nya di Rp 3.150.000 per gram," ungkap Ibrahim dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Meski begitu, tetap ada peluang harga emas melemah.

Dalam skenario penurunan, kata dia, emas dunia berpotensi ke level support pertama di US$ 4.947 per troy ons, dengan harga logam mulia turun ke kisaran Rp 2.920.000 per gram.

Jika tekanan berlanjut, support kedua berada di US$ 4.818 per troy ons, dengan proyeksi harga logam mulia melemah ke sekitar Rp 2.860.000 per gram.

Baca Juga: Naik Rp 16.000 Per Gram, Catat Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Senin (23/2)

Menurutnya, pergerakan emas yang fluktuatif di pekan ini, dipengaruhi sejumlah faktor utama, yakni ketegangan geopolitik global, dinamika politik Amerika Serikat (AS), kebijakan bank sentral AS, serta faktor permintaan dan pasokan global.

Dari sisi geopolitik, Ibrahim menyoroti meningkatnya tensi di Timur Tengah menyusul dinamika hubungan AS dengan Israel dan Iran.

Ketegangan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.

"Pada saat (Presiden AS) Trump melakukan pertemuan dengan Israel, dan mereka sepakat untuk melakukan penyerangan terhadap Iran di Timur Tengah, ini kemungkinan besar akan membuat ketegangan tersendiri terhadap kondisi perpolitikan di Timur Tengah, dan ini akan berdampak positif terhadap peningkatan harga emas," papar dia.

Di sisi lain, dinamika politik di AS turut menjadi perhatian pasar, terutama setelah Trump menunjuk Kevin Walsh sebagai calon Ketua bank sentral AS atau Federal Reserve.

Meski data tenaga kerja AS yang terbaru tergolong solid, pasar disebut masih cenderung apatis terhadap arah kebijakan moneter ke depan.

Baca Juga: Catat Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Senin (23/2) Produk UBS, GALERI 24

Data inflasi inti AS pada Januari 2026 juga tercatat naik 2,4% secara tahunan, lebih rendah dari konsensus 2,5% dan melambat dibandingkan Desember 2025.

"Indikasi ini artinya akan membuat Bank Sentral AS kembali akan menurunkan suku bunga, dan ini akan berdampak positif terhadap harga emas dunia dan logam mulia," ucapnya.

Dari sisi permintaan, bank sentral Tiongkok dilaporkan terus meningkatkan pembelian emas sebagai bagian dari diversifikasi cadangan devisa, mengurangi ketergantungan terhadap dollar AS.

Peningkatan cadangan emas tersebut dinilai menjadi penopang harga dalam jangka menengah hingga panjang.

Namun, Ibrahim mengingatkan adanya indikasi spekulatif di balik lonjakan pembelian tersebut, yang berpotensi memicu volatilitas jika sentimen pasar berubah.

Tonton: Tarif Trump Dibatalkan! Pemerintah AS Terancam Bayar Rp 3.000 Triliun

"Tetapi harus diingat, bahwa ada kemungkinan besar kenaikan harga emas akibat Bank Sentral Tiongkok terus melakukan pembelian ini, ada indikasi terjadi spekulatif. Sehingga ada ketakutan bahwa rumor tentang spekulatif ini akan mempengaruhi kenaikan harga emas dunia," jelas dia.

Secara keseluruhan, Ibrahim menilai tren permintaan emas global masih kuat dan tidak menutup kemungkinan harga emas dunia bergerak menuju US$ 6.500 per troy ons hingga akhir tahun, dengan catatan ketegangan geopolitik dan pelonggaran kebijakan moneter terus berlanjut.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Proyeksi Harga Emas Pekan Ini, Peluang Bertahan di Kisaran Rp 3 Juta Per Gram"

Selanjutnya: Jadwal Imsakiyah Mataram NTB Hari Selasa 24 Februari 2026

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 di Rembang, Puasa Tepat Waktu Ibadah Makin Khusyuk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

×