kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Gaji UMR Tapi Ingin Menabung untuk Naik Haji, Ini Tips dari Perencana Keuangan


Sabtu, 30 Agustus 2025 / 10:58 WIB
Gaji UMR Tapi Ingin Menabung untuk Naik Haji, Ini Tips dari Perencana Keuangan
ILUSTRASI. Bagaimana cara menabung haji bagi pemilik gaji UMR? ANTARA FOTO/Andika Wahyu

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Lini masa media sosial X ramai membahas mengenai pendaftaran ibadah haji yang memiliki masa tunggu hingga 35 tahun. 

"Alhamdulillah di umur 27 ini sender udah daftar haji, kalian kalau udah ada rejeki lebih daftar yuk. soalnya brangkatnya skrg nunggunya 35 tahun kedepan :))" tulis akun @t********l pada Kamis (28/8/2025). 

Banyak warganet menanyakan cara menabung kepada pengunggah di tengah lesunya kondisi ekonomi. 

Selain itu, warganet juga menanyakan sistem pembayaran pendaftaran haji tersebut.  

Lantas, bagaimana cara menabung haji bagi pemilik gaji UMR? 

Menabung Rp 500 ribu dan investasi 

Perencana keuangan Andy Nugroho menjelaskan, untuk mendapat antrean berangkat haji, seseorang harus mendaftar tabungan haji dengan saldo awal Rp 25 juta. 

Setelah itu, dia bisa menunggu antrean dan kekurangan ongkos biaya haji (ONH) bisa dilunasi ketika antrean sudah di ambang mata. 

Andy mengatakan, besaran ONH yang harus dibayarkan baru bisa diketahui nanti saat antrean tiba. Sebab, nominal ONH tersebut tiap tahunnya bisa berubah. 

"Kalau memakai jadwal antrean di Jakarta, maka berkisar 28 tahun lagi sejak kita membuka tabungan haji," ujar Andy saat dihubungi Kompas.com, Jumat (29/8/2025). 

Baca Juga: Sosok Mochamad Irfan Yusuf, Intip Profil dan Jejak Karier Kepala BP Haji Saat Ini

Dia lalu menyarankan, demi meringankan beban menutup kekurangan ONH, seseorang bisa mengisi saldo tabungan haji secara rutin ketika dalam masa antrean. 

Namun, yang menjadi masalah pertama adalah mengenai cara mengumpulkan uang pendaftaran sebesar Rp 25 juta. 

"Untuk mencapai Rp 25 juta dengan gaji UMR Jakarta Rp 5,3 juta, maka idealnya sisihkan 10 persen dari penghasilan, yang dibulatkan jadi Rp 500 ribu per bulan," terang dia. 

Dengan begitu, saldo Rp 25 juta akan dicapai dalam kurun 50 bulan atau kurang lebih 4 tahun. 

"Untuk mempercepat proses menabung ini, bisa dengan cara memperbesar nominal uang yang ditabung apabila kita sedang dapat rezeki lebih seperti bonus atau THR," ungkap dia. 

Selain itu, Andy menyarankan untuk menginvestasikan tabungan dalam jangka 4 tahun tersebut. Menurut dia, instrumen jenis yang diambil bisa instrumen yang memiliki risiko menengah atau tinggi, misalnya reksadana berbasis campuran ataupun berbasis saham. 

Baca Juga: Istana: Pembentukan Kementerian Haji Tunggu Perpres dari Presiden Prabowo

Menabung Rp 1 juta sekitar 12 tahun 

Sementara itu, Perencana Keuangan Bersertifikat (CFP) OneShildt, Lusiana Darmawan memberikan rincian biaya haji yang diambil dari laman Kemenag RI. 

Berdasarkan laman tersebut, biaya penyelenggaran ibadah haji pada tahun 2025 sebesar Rp 89.410.258,79 per calon jemaah. 

Lusiana lalu menjelaskan mengenai cara menabung biaya pendaftaran sebesar Rp 25 juta. 

"Asumsi umur kamu 27 tahun dengan gaji UMR Jakarta Rp 5.396.791, perkiraan biaya hidup yang realistis di 70 persen pendapatan, kurang lebih Rp 3,5 juta," jelas Lusiana pada Kompas.com, Jumat (29/8/2025). 

Tabungan yang direkomendasikan untuk ditabung yaitu Rp 1,5 juta. Tapi, dia menyarankan Rp 500 ribu untuk disimpan sebagai dana darurat. 

Dengan begitu, dana yang bisa ditabung untuk mendaftar haji sebesar Rp 1 juta. Jadi, seseorang bisa mengumpulkan Rp 25 juta dalam 25 bulan. 

"Simpan dananya di tabungan yang terpisah ya supaya tidak tergoda untuk digunakan untuk keperluan lain," saran dia. 

Dia melanjutkan bahwa tabungan tersebut kemudian disetorkan ke Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH). 

Lalu, untuk melunasi sisa ONH, Lusiana mengumpamakan masa tunggu haji reguler sekitar 25 tahun. 

"Kamu memiliki waktu yang panjang untuk mengumpulkan dana pelunasannya. Di sisi lain, setoran awal kamu pun akan menikmati pengembangan dana," ujar Lusiana. 

"Asumsi nilai manfaat 4 persen per tahun, maka setoran awal setelah 25 tahun akan berkembang menjadi sekitar Rp 66,6 juta," sambung dia. 

Tonton: Pemerintah Akan Dirikan Kementerian Haji & Umrah, Dijamin Bebas Korupsi

Ia pun memberikan catatan bahwa biaya haji diasumsikan naik 3 persen per tahun. Dengan begitu, dia memproyeksikan biaya haji 25 tahun lagi sekitar Rp 187 juta. 

"Dikurangi dengan pengembangan setoran awal sebesar Rp 66,6 juta, maka sisa dana yang perlu kamu kumpulkan adalah Rp 121 juta, dengan pembulatan ke atas," kata dia. 

Apabila seseorang tetap menabung sebesar Rp 1 juta per bulan, maka dalam 10 tahun lebih dana pelunasan sudah bisa terkumpul. 

"Dana yang kamu simpan pun bisa kamu tempatkan di instrumen yang rendah risiko untuk jangka panjang, misalnya deposito, reksadana pasar uang, suku ritel," pungkas dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bisakah Gaji UMR Menabung untuk Naik Haji? Perencana Keuangan Beri Tips Ini"

Selanjutnya: Ada Demo di Kwitang, KAI Alihkan Pemberhentian 12 Kereta ke Jatinegara

Menarik Dibaca: Cara Membersihkan Talenan dari Berbagai Jenis Bahan agar Tetap Awet

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

×