kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Harga Emas Menguat di Tengah Ketidakpastian Timur Tengah dan Agenda Trump ke China


Selasa, 12 Mei 2026 / 08:59 WIB
Harga Emas Menguat di Tengah Ketidakpastian Timur Tengah dan Agenda Trump ke China
ILUSTRASI. Konflik AS-Iran kini 'on life support', memicu kekhawatiran pasokan minyak. Simak dampaknya pada pergerakan harga emas. (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas naik pada Selasa (12/5) seiring investor menanti pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, sambil memantau perkembangan konflik di Timur Tengah.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,5% menjadi US$ 4.757,59 per ons pada pukul 00.50 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni naik 0,8% menjadi US$ 4.768,20 per ons.

Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi “on life support”, setelah respons Teheran terhadap proposal AS untuk mengakhiri perang menunjukkan bahwa kedua pihak masih memiliki perbedaan besar dalam sejumlah isu.

Pasar juga memperhatikan kunjungan Trump selama dua hari ke China pekan ini. Dalam agenda tersebut, Trump dijadwalkan bertemu Xi untuk membahas berbagai topik, termasuk konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Harga minyak naik pada perdagangan awal Asia, karena negosiasi untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran dinilai masih rapuh, sehingga kekhawatiran pasokan tetap tinggi.

Baca Juga: Simak Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Selasa (12/5) Produk UBS, GALERI 24, ANTAM

Investor juga menanti rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang akan diumumkan pada hari yang sama, untuk menilai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve ke depan.

Di sisi lain, Freeport-McMoRan pada Senin mengatakan bahwa perusahaan masih memperkirakan tambang tembaga dan emas Grasberg di Indonesia dapat kembali berproduksi penuh pada akhir 2027. Freeport menegaskan kembali rencana yang telah disampaikan bulan lalu, sekaligus membantah laporan yang menyebut pemulihan produksi bisa molor hingga 2028.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,2% menjadi US$ 86,27 per ons, platinum turun 0,2% menjadi US$ 2.127, dan palladium turun 0,2% menjadi US$ 1.506,34.

Tonton: Bahlil Tunda Kenaikan Royalti Tambang, Pasar Langsung Bereaksi!

Tabel: Pergerakan Harga Logam Mulia (12 Mei)

Komoditas Harga Terakhir Perubahan
Emas spot US$ 4.757,59/ons +0,5%
Emas berjangka AS (Juni) US$ 4.768,20/ons +0,8%
Perak spot US$ 86,27/ons +0,2%
Platinum US$ 2.127/ons -0,2%
Palladium US$ 1.506,34/ons -0,2%

Tabel: Faktor Pendorong Harga Emas Hari Ini

Faktor Dampak ke Emas Penjelasan
Pertemuan Trump-Xi Positif (safe haven) Ketidakpastian geopolitik dan perdagangan membuat emas diburu
Konflik Timur Tengah Positif Risiko perang memperkuat permintaan aset aman
Harga minyak naik Positif Mengangkat ekspektasi inflasi, mendukung emas sebagai lindung nilai
Data CPI AS Bisa positif/negatif CPI tinggi → peluang suku bunga tetap tinggi (biasanya tekan emas), CPI rendah → dorong emas
Outlook produksi Grasberg Netral Lebih relevan bagi sentimen logam industri, tapi tetap jadi perhatian pasar komoditas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×