kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Harga Emas Meroket: Kapan Waktu Tepat untuk Beli atau Jual?


Sabtu, 24 Januari 2026 / 04:33 WIB
Harga Emas Meroket: Kapan Waktu Tepat untuk Beli atau Jual?
ILUSTRASI. Membeli emas pekan lalu ternyata belum tentu untung. Pengamat ekonomi beberkan faktor di balik lonjakan harga emas yang tak terduga. (CFOTO via Reuters Connect/CFOTO)

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Ketidakpastian ekonomi global membuat emas kembali menjadi primadona investasi.

Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas terus mencatatkan pelonjakan signifikan.

Mengacu pada grafik Pegadaian, harga emas terus menunjukkan peningkatan.

Hingga hari ini, Jumat (23/1/2026) pukul 14.48, harga emas per gram dibanderol di angka Rp 2.915.000 untuk merk Galeri24 dan Rp 2.956.000 untuk UBS.

Sebagaimana dicatatkan Kompas.com, Kamis (22/1/2026), harga emas per gram masih berada di angka Rp 2.854.000 untuk Galeri24 dan Rp 2.918.000 untuk UBS.

Lonjakan angka harga emas ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat, khususnya investor.

Mengapa bagan harga emas terus meroket?

Haruskah publik membeli emas sekarang atau menunggu saja sampai harganya sedikit mereda?

Baca Juga: Harga Emas Nyaris Rp 3 Juta Bukan Pertanda Baik, Ini Penjelasan Profesor Ekonomi

Permintaan emas meningkat

Grafik harga emas yang terus meroket ke atas belakangan ini tak luput dari meningkatnya permintaan pasar.

Hal tersebut dijelaskan oleh Pengamat Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS), Nurul Istiqomah.

"Penyebab harga emas naik karena permintaan meningkat dibandingkan dengan stok yang ada," beber Nurul saat dihubungi Kompas.com, Jumat (23/1/2026).

Fenomena lonjakan permintaan pasar juga dipengaruhi oleh dampak psikologis di tengah masyarakat Indonesia yang panik ingin membeli emas.

"Apalagi bersliweran di media sosial bagaimana chaos-nya orang-orang yang mau membeli emas, menyebabkan orang ketakutan dan mulai ikut untuk membeli emas," jelas Nurul.

Menurut Nurul, informasi mengenai nilai jual emas juga mendorong masyarakat untuk berinvestasi pada sektor emas.

"Mungkin orang banyak mendengar nilai jual kembali dari emas yang cukup tinggi, akhirnya mengalihkan tabungannya untuk pembelian emas," sambung Nurul.

Tidak bisa dipungkiri, lanjut Nurul, emas memang menjadi salah satu investasi yang mempunyai tingkat likuiditas tinggi.

Baca Juga: Cara Buka Tabungan Kantong Valas Jago untuk Dolar Tanpa Biaya Admin Bulanan

Dengan kata lain, emas dilihat sebagai sektor investasi yang aman dan mudah diuangkan.

"Beberapa kejadian global juga mendorong harga emas menjadi naik, sehingga membuat kondisi di dalam negeri juga mengalami over demand terhadap emas," sebutnya.

Lantas, perlukah masyarakat beli emas sekarang juga? Beli emas sekarang atau nanti saja?

Berdasarkan pengalaman Nurul, penurunan harga emas yang signifikan terbilang jarang terjadi.

"Sependek pengalaman saya dalam melakukan investasi emas, sangat jarang emas mengalami penurunan harga yang signifikan," ucapnya.

Oleh karena itu, keputusan membeli emas atau tidak tergantung pada kebiasan menabung masing-masing orang.

"Maksudnya, jika dahulu dengan sejumlah uang yang sama bisa membeli 10 gr emas, tetapi sekarang dengan jumlah uang yang sama hanya bisa digunakan untuk membeli 5 atau 3 gram," jelasnya.

"Dan apabila sudah menjadi kebiasan, maka bisa dilakukan walaupun harga emas tersebut membumbung tinggi," tambah Nurul.

Artinya bagi sebagian orang yang terbiasa berinvestasi pada emas, pembelian tetap bisa dilakukan meski jumlah gram yang diperoleh lebih sedikit dibanding biasanya.

Bisa tabung atau cicil emas

Seiring dengan melonjaknya harga emas, Nurul mengatakan bahwa masyarakat punya banyak pilihan jika ingin berinvestasi pada aset ini.

Kini, ada banyak lembaga keuangan yang memberi pilihan kepada masyarakat untuk tetap berinvestasi emas tanpa harus terbebani dengan harga yang fantastis.

Contohnya, tabungan atau cicilan emas yang memungkinkan masyarakat untuk berinvestasi secara bertahap.

Baca juga: Antam atau Non-Antam, Mana yang Lebih Aman untuk Investasi Emas?

"Sekarang ini banyak lembaga keuangan yang menawarkan untuk menabung emas, sehingga mungkin harga emas yang tinggi pun bisa dibeli dengan tabungan atau cicilan emas," terang Nurul.

Kendati demikian, Nurul mengingatkan bahwa pembelian emas dengan tujuan jangka pendek berisiko memunculkan kekecewaan.

Tonton: Telkomsel Akui Penurunan Kualitas Layanan Data Secara Nasional

Mengingat, pergerakan emas tidak terjadi dalam periode yang pendek.

"Tetapi jika membeli untuk mencari keuntungan sesaat dari fluktuasi harga emas, sepertinya akan mengalami kekecewaan jika harga yang diprediksi tidak tercapai," tambahnya.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Harga Emas Terus Melonjak, Haruskah Beli Sekarang? Ini Jawaban Pengamat Ekonomi"

Selanjutnya: Ini Link Twibbon Hari Pendidikan Internasional 2026 Gratis Pakai

Menarik Dibaca: Ini Link Twibbon Hari Pendidikan Internasional 2026 Gratis Pakai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

×