kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.921   0,00   0,00%
  • IDX 7.177   70,34   0,99%
  • KOMPAS100 993   14,93   1,53%
  • LQ45 732   9,34   1,29%
  • ISSI 253   4,67   1,88%
  • IDX30 399   5,47   1,39%
  • IDXHIDIV20 498   9,38   1,92%
  • IDX80 112   1,64   1,49%
  • IDXV30 136   1,30   0,96%
  • IDXQ30 130   2,31   1,81%

Harga Minyak WTI Anjlok 4% di Tengah Sinyal Gencatan Senjata AS dan Iran


Rabu, 25 Maret 2026 / 09:03 WIB
Harga Minyak WTI Anjlok 4% di Tengah Sinyal Gencatan Senjata AS dan Iran
ILUSTRASI. Harga minyak WTI anjlok ke level US$88,86 per barel pagi ini. Simak prospek gencatan senjata AS dan Iran yang memicu sentimen pasar global. (REUTERS/Christian Hartmann)

Sumber: Reuters | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) mengalami kontraksi tajam pada pembukaan perdagangan Rabu pagi ini.

Penurunan ini dipicu oleh optimisme pelaku pasar terhadap prospek gencatan senjata di Timur Tengah yang diharapkan dapat meredakan gangguan pasokan energi global.

Kabar mengenai rencana perdamaian 15 poin antara Washington dan Teheran menjadi katalis utama yang menekan posisi harga di pasar komoditas.

Baca Juga: Harga Minyak Naik ke US$ 101 per Barel, Pasar Ragukan Klaim Damai Trump dan Iran

Detail Pergerakan Harga Minyak

Mengutip laporan Reuters, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman AS merosot sekitar 4% pada perdagangan awal hari Rabu, 25 Maret 2026.

Harga WTI sempat menyentuh level terendah di angka US $87,80 per barel saat pasar dibuka. 

Jika dikonversi ke Rupiah dengan kurs Rp16.916 per US$, harga tersebut setara dengan Rp1.485.224 per barel. 

Hingga pukul 23:05 GMT, harga minyak terpantau berada di level US$88,86 per barel, atau turun sebesar US$3,49 (sekitar 3,8%).

Penurunan tajam ini merupakan pembalikan arah setelah pada hari Selasa kemarin harga WTI sempat melonjak 4,8% sebelum akhirnya keuntungannya terkikis dalam perdagangan pasca-penutupan yang volatil.

Langkah mundur harga minyak ini terjadi segera setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan optimistis.

Melansir Reuters, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat mengalami kemajuan signifikan dalam upaya negosiasi untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Trump bahkan menyebut telah memenangkan konsesi penting dari pihak Teheran.

Poin Utama Rencana Perdamaian 15 Poin

Laporan mengenai skema perdamaian ini pertama kali mencuat melalui saluran media Israel, Channel 12. Berikut adalah rincian informasi terkait rencana gencatan senjata tersebut:

  • Mekanisme Gencatan Senjata: AS dikabarkan telah mengirimkan 15 poin proposal penyelesaian kepada Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
  • Durasi Awal: Terdapat rencana pengumuman gencatan senjata selama satu bulan sebagai tahap awal.
  • Tim Negosiasi: Proses ini dikawal langsung oleh utusan Timur Tengah AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner.
  • Respon Teheran: Meskipun kabar ini beredar luas, pihak Teheran membantah adanya pertemuan langsung. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyebut laporan tersebut sebagai berita palsu.

Tonton: Iron Dome Jebol! Rudal Iran Hantam Kota Nuklir Israel

Dampak Geopolitik terhadap Pasokan Energi

Ketegangan di Timur Tengah selama ini menjadi faktor risiko terbesar yang mengerek premi harga minyak mentah.

Wilayah ini merupakan jalur vital bagi distribusi minyak dunia, terutama melalui Selat Hormuz. Jika gencatan senjata benar-benar terwujud, risiko gangguan distribusi akan berkurang drastis, yang secara otomatis menghilangkan "risk premium" dari harga pasar saat ini.

Penurunan harga sebesar 4% ini mencerminkan betapa sensitifnya pasar komoditas terhadap stabilitas politik di kawasan Teluk.

Investor cenderung melakukan aksi jual (sell-off) ketika ada harapan bahwa aliran minyak dari produsen utama seperti Iran dan negara tetangganya tidak akan terhambat oleh konflik militer.

Kondisi pasar yang mendingin ini memberikan sinyal positif bagi negara-negara importir minyak bersih.

Dengan harga WTI yang kini berada di bawah level US$90 per barel, beban biaya energi global diharapkan dapat melandai jika stabilitas politik di Timur Tengah benar-benar tercapai melalui kesepakatan diplomatik yang sedang diupayakan Washington.

Meskipun optimisme mulai tumbuh, pelaku pasar tetap mewaspadai dinamika di lapangan. Bantahan dari pihak Iran menunjukkan bahwa proses negosiasi masih berada di tahap yang sangat awal dan penuh tantangan.

Pergerakan harga minyak dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada rincian lebih lanjut dari proposal 15 poin tersebut dan bagaimana respon resmi dari pemimpin tertinggi di Teheran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

×