kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.795   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Ini 7 Kebiasaan Keluarga Miliarder Dunia Versi JPMorgan, Penasaran?


Rabu, 07 Januari 2026 / 08:03 WIB
Ini 7 Kebiasaan Keluarga Miliarder Dunia Versi JPMorgan, Penasaran?
ILUSTRASI. Menurut laporan terbaru JPMorgan, keluarga terkaya di dunia punya kebiasaan tertentu yang secara konsisten berkontribusi pada kesuksesan mereka. (Shutterstock/Shutterstock)

Sumber: Fortune | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Menurut laporan terbaru JPMorgan, keluarga-keluarga terkaya di dunia punya kebiasaan tertentu yang secara konsisten berkontribusi pada kesuksesan mereka dalam jangka panjang. Jika kamu bermimpi suatu hari masuk klub miliarder, titik awalnya mungkin bukan sekolah bisnis elite, melainkan kebiasaan sehari-hari, terutama membaca.

Melansir Fortune, JPMorgan mensurvei lebih dari 100 miliarder dengan total kekayaan gabungan lebih dari US$ 500 miliar. Hasilnya menunjukkan bahwa membaca adalah kebiasaan yang paling sering dikaitkan dengan kesuksesan mereka. Selain itu, olahraga, konsistensi, dan bangun pagi juga disebut sebagai faktor penting. Namun, satu benang merah yang paling menonjol adalah kesadaran ekstrem dalam mengelola waktu.

Salah satu pemimpin keluarga miliarder anonim menulis, “Mata uang hidup bukanlah uang, tapi waktu. Kita berpikir sangat hati-hati saat menghabiskan satu dolar, seharusnya kita berpikir sama seriusnya saat menghabiskan satu jam.”

Di era teknologi dan AI, di mana ChatGPT bisa merangkum ratusan halaman dalam hitungan detik, membaca buku tebal mungkin terasa tidak efisien. Namun, para pemimpin bisnis paling sukses justru berpendapat sebaliknya: membaca mendalam adalah cara tercepat untuk membangun pengetahuan yang tahan lama.

Bill Gates, salah satu pendiri Microsoft, menyebut membaca sebagai tulang punggung proses belajarnya. Ia pernah mengatakan membaca sekitar 50 buku per tahun untuk menjaga ketajaman intelektual. Menurutnya, membaca tetap menjadi cara utama untuk belajar hal baru sekaligus menguji pemahamannya, meski kini ia juga banyak bertemu ilmuwan dan mengikuti kuliah online.

Baca Juga: Shio Apa yang Berpeluang Cuan dan Boncos di 2026?

Buku terbaik yang pernah ia baca, menurut Gates, adalah Business Adventures karya John Brooks. Ini merupakan buku yang pertama kali direkomendasikan Warren Buffett kepadanya.

Buffett sendiri terkenal sebagai pembaca fanatik. Ia mengaku menghabiskan lima hingga enam jam sehari untuk membaca, mulai dari surat kabar, majalah, laporan keuangan, hingga laporan tahunan perusahaan. Nasihatnya kepada calon pemimpin bisnis terbilang ekstrem: baca 500 halaman per hari.

“Itulah cara pengetahuan bekerja. Ia menumpuk seperti bunga berbunga,” kata Buffett. “Semua orang bisa melakukannya, tapi saya jamin tidak banyak yang benar-benar mau.”

7 kebiasaan utama keluarga terkaya dunia menurut JPMorgan:

1. Membaca

2. Berolahraga

3. Konsistensi

4. Bangun pagi

5. Menentukan prioritas

6. Menetapkan tujuan

7. Waktu untuk berpikir mendalam

Menariknya, meski membaca dianggap sangat penting, aktivitas ini bukanlah hobi favorit utama para keluarga superkaya. Dalam daftar minat dan hobi, membaca hanya berada di peringkat ketujuh, di bawah kegiatan luar ruang, bekerja, dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Tonton: Vietnam Diprediksi Salip Thailand Jadi Ekonomi Terbesar Kedua ASEAN

Ini menunjukkan perbedaan penting: membaca bukan sekadar hiburan, melainkan disiplin strategis. Di tengah penggunaan AI yang makin luas (hampir 80% responden menggunakannya dalam kehidupan pribadi dan 69% dalam bisnis), kemampuan mengelola waktu dan cara belajar secara sadar justru makin krusial.

JPMorgan sendiri merilis daftar buku 2026 untuk “menginspirasi pemikiran besar dan eksplorasi berani”, termasuk memoar Bobbi Brown, sejarah krisis Wall Street 1929, hingga kisah kesuksesan Michael Jordan di dunia bisnis.

Kesimpulan

Laporan JPMorgan menunjukkan bahwa kesuksesan keluarga terkaya dunia bukan ditentukan oleh gelar elite atau kecerdasan instan, melainkan oleh kebiasaan sederhana namun disiplin, terutama membaca dan mengelola waktu secara sangat sadar, yang dijalankan konsisten dalam jangka panjang, bahkan di era kecerdasan buatan.

Selanjutnya: Mendagri Ditunjuk Jadi Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatra

Menarik Dibaca: Hari Terakhir Promo Hebat Bakmi GM, Makan Bakmi Kuah Cha Cha + Es Teh Rp 26.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

×