kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Investor Emas Wajib Tahu! Ini Waktu Terbaik Amankan Cuan Besar


Selasa, 03 Februari 2026 / 04:23 WIB
Investor Emas Wajib Tahu! Ini Waktu Terbaik Amankan Cuan Besar
ILUSTRASI. Harga emas Antam bergejolak, tapi perencana keuangan punya saran tak terduga. Amankan keuntungan investasi Anda sekarang! (ANTARAFOTO/Adiwinata Solihin)

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Emas menjadi salah satu sarana investasi yang banyak diminati masyarakat, karena bisa disimpan fisiknya. Harga emas tersebut cenderung dinamis atau mengalami kenaikan dan penurunan.

Harga emas Antam pada Minggu (1/2/2026) turun menjadi Rp 2.860.000 dari sebelumnya Rp 3.120.000 per gram. Namun pada Senin (2/2/2026), harga emas Antam naik sebesar Rp 167.000, sehingga menjadi Rp 3.027.000 per gram.

Lantas, kapan sebaiknya beli emas untuk investasi jika harganya naik dan turun seperti itu?

Perencana keuangan Andi Nugroho mengatakan, sebaiknya segera membeli emas jika ingin berinvestasi.

“Salah satu prinsip investasi adalah bila ditanya kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi, jawabannya adalah kemarin. Dan bila kemarin belum sempat berinvestasi, maka waktu yang tepat untuk memulainya adalah hari ini,” kata dia kepada Kompas.com, Senin (2/2/2026).

“Karena bila kita ingin menunggu harganya turun dulu, kita tidak bisa tahu kapan harganya akan turun. Jangan-jangan ketika berharap harganya turun, yang ada justru kebalikannya harganya makin naik,” sambungnya.

Baca Juga: Pesan OJK untuk Investor Saat Pasar Saham Kebakaran

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk berinvestasi emas, antara lain:

1. Bukan untuk investasi jangka pendek

Andi menyampaikan, emas adalah sarana investasi yang digunakan bukan untuk jangka pendek atau singkat.

“Investasi emas itu sebenarnya untuk jangka menengah-panjang,” tuturnya.

Artinya untuk bisa mendapatkan keuntungan yang benar-benar signifikan atau sesuai persentase yang diharapkan, paling tidak menyimpannya selama tiga tahun.

2. Perbedaan harga beli dan jual kembali

Hal yang perlu diperhatikan oleh calon investor adalah adanya perbedaan harga beli dan harga jual kembalinya.

“Harga beli emas dan harga jual kembalinya yang perbedaannya berkisar 10 persen,” kata Andi.

Jika ingin menjualnya dan mendapat untung, seseorang untuk memastikan harga jual kembalinya sudah lebih tinggi daripada saat pembelian kemarin.

Baca Juga: Rekening Anak Wajib Punya: Cek 2 Pilihan Tabungan dari Bank Mandiri

3. Perbedaan harga jual kembali emas batangan dan perhiasan

Tak hanya itu saja, calon investor juga perlu memerhatikan emas yang akan dibeli dalam bentuk batangan atau perhiasan.

“Sebagai aset investasi, sebaiknya membeli emas dalam bentuk batangan dibandingkan bentuk perhiasan,” ujar Andi.

Hal tersebut dikarenakan emas yang berbentuk batangan, harga jual kembalinya lebih tinggi dan memungkinkan seseorang bakal mendapat untung lebih besar.

4. Dikenakan pajak

Andi menerangkan, seseorang bakal dikenakan pajak untuk setiap penjualan kembali emas yang dimilikinya.

“Dikenakan pajak penjualan sebesar 0,25 persen untuk yang berbentuk batangan dan PPN 11 persen bila bentuknya perhiasan,” terang dia.

Tonton: Danantara akan Menjadi Pemegang Saham BEI, Janji Jaga Independensi

5. Investasi emas bisa bentuk fisik dan digital

Andi mengatakan, investasi emas saat ini sudah berkembang, sehingga bisa membelinya dalam bentuk emas digital.

“Berinvestasi emas bisa dalam bentuk emas fisik maupun emas digital,” bebernya.

Meski demikian, ia menilai bahwa potensi pertumbuhan dan tingkat likuiditas antara emas fisik serta digital sama.

Andi menyampaikan, pilihan emas fisik atau digital bisa disesuaikan dengan kemampuan finansialnya.

“Karena kalau membeli emas fisik, itu berarti pembeliannya sudah lunas, maka fisiknya bisa disimpan sendiri,” tutur dia.

Sementara itu, emas digital biasanya diminati karena pembelianya bisa dilakukan dengan cara dicicil.

Cicilan emas digital tersebut dilakukan dalam jangka waktu tertentu dan kemudian dapat dicetak fisiknya bila sudah lunas.

“Jadi bagi yang dananya terbatas namun ingin punya emas bisa menjadikan emas digital sebagai alternatif,” ucap Andi.

Selain itu, seseorang bisa berinvestasi emas digital apabila merasa takut, cemas, atau khawatir jika emas fisik berpotensi hilang terselip.

Andi menyebutkan bahwa pilihan juga bisa disesuaikan dengan gaya investasi masing-masing individu yang mungkin akan berbeda.

“Terkadang ada orang yang memang tipenya harus melihat barangnya secara fisik dan langsung, jadi bisa memilih untuk membeli emas di butik emas," papar dia.

Baca Juga: Emas Turun Tajam hingga Rp 260.000: Sinyal Ekonomi Membaik atau Hanya Sementara?

Apabila tidak ingin repot dalam menyimpannya atau mengurusnya sendiri, maka emas digital bisa menjadi pilihan.

Seseorang bisa membeli emas digital kapan saja. Sesuai namanya, emas ini bisa dibeli secara digital tanpa perlu datang ke toko.

“Emas digital bisa menjadi opsi untuk berinvestasi emas secara efisien dan efektif,” ujar Andi.

Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul "Harganya Naik dan Turun, Kapan Sebaiknya Memulai Investasi Emas?"

Selanjutnya: Cuaca Kalimantan Timur, Selasa (3/2): IKN, Balikpapan, dan Samarinda Masih Hujan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

×