kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.008,28   13,06   1.31%
  • EMAS981.000 0,41%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Portofolio Kredit UMKM Berorientasi Ekspor BNI Capai Rp 22 Triliun


Rabu, 28 September 2022 / 07:12 WIB
Portofolio Kredit UMKM Berorientasi Ekspor BNI Capai Rp 22 Triliun
ILUSTRASI. Xpora BNI

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Guna menggenjot bisnis internasional, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sudah merilis platform BNI Xpora.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyatakan, Xpora berfungsi untuk mendorong para pelaku UMKM bisa masuk pasar internasional yang dihubungkan dengan jaringan diaspora.

“Kami bangun platform ini, cukup berhasil, di semester 1-2022, total portofolio kredit UMKM berorientasi ekspor mencapai Rp 22 triliun. Kami masih melihat banyak peluang yang masih ada terutama dari jaringan luar negeri kami yang cukup banyak,” papar Royke pada Selasa (27/9).

Adapun Direktur Enterprise & Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengatakan ketangguhan UMKM Indonesia telah teruji selama masa kritis pandemi Covid-19. Menurutnya, semester kedua tahun ini adalah periode ekspansi bagi para pelaku UMKM untuk dapat merealisasikan berbagai rencana ekspansi yang sempat tertunda.

Baca Juga: Meski Bunga Naik, Bankir Optimistis Pencairan Kredit Tetap Deras Hingga Akhir 2022

"Kita ketahui bersama, bisnis UMKM menjadi segmen ekonomi pertama yang menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional. Sebagai agen pembangunan kami terus memperkuat pembinaan serta menciptakan banyak kolaborasi membantu pemulihan, akselerasi, dan bahkan ekspansi kinerja UMKM hingga Go Global, BNI tentunya masih optimistis segmen UMKM dapat bertahan di tengah kenaikan inflasi," kata Iqbal.

Iqbal melanjutkan, BNI melihat potensi pertumbuhan kredit masih cukup baik meskipun fluktuasi ekonomi masih tidak dapat diprediksi. Terutama pada sektor-sektor yang menopang hajat hidup orang banyak seperti perdagangan bahan pokok.

"Kredit UMKM BNI masih tumbuh sangat positif. Kami perkirakan masih akan bertahan dan terus menguat seiring dengan kinerja ekonomi yang masih berada di tren ekspansi," jelasnya.

Iqbal memaparkan BNI berhasil menyalurkan kredit bagi pelaku UMKM mencapai Rp 100,2 triliun hingga Agustus 2022. Nilai tersebut meningkat 9,51% secara tahunan atau year on year (YoY) dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp91,5 triliun.

 

 

"Pertumbuhan ini ditopang oleh kredit di sektor perdagangan dan sektor pertanian. Kedua sektor ini, menyumbang lebih dari 50% komposisi kredit UMKM," tutur Iqbal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

×