kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Sukuk Tabungan ST016: Investasi Rp 10 Juta Bisa Dapat Cuan Bulanan Segini


Selasa, 12 Mei 2026 / 07:31 WIB
Diperbarui Selasa, 12 Mei 2026 / 07:34 WIB
Sukuk Tabungan ST016: Investasi Rp 10 Juta Bisa Dapat Cuan Bulanan Segini
ILUSTRASI. Pemerintah kembali menawarkan instrumen investasi syariah ritel melalui Sukuk Tabungan seri ST016. Berapa potensi cuannya? (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pemerintah kembali menawarkan instrumen investasi syariah ritel melalui Sukuk Tabungan seri ST016.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, Senin (11/5/2026), produk Surat Berharga Negara (SBN) ritel ini mulai ditawarkan pada 8 Mei 2026 hingga 3 Juni 2026 dengan dua pilihan tenor, yakni ST016T2 dan ST016T4.

Kedua seri tersebut menawarkan kupon mengambang dengan tingkat minimal atau floating with floor.

Untuk ST016T2 dengan tenor dua tahun, pemerintah menetapkan kupon minimal sebesar 6,05% per tahun.

Sementara itu, ST016T4 yang memiliki tenor empat tahun menawarkan kupon minimal lebih tinggi, yakni 6,25% per tahun.

Pemerintah menetapkan minimum pembelian ST016 sebesar Rp 1 juta dan kelipatannya.

Untuk ST016T2, maksimum pemesanan mencapai Rp 5 miliar, sedangkan ST016T4 maksimal Rp 10 miliar.

Berdasarkan informasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pembayaran kupon pertama akan dilakukan pada 10 Juli 2026.

Kupon ST016 dibayarkan setiap bulan dan langsung ditransfer ke rekening investor.

“Untuk periode pertama (yang akan dibayar pada tanggal 10 Juli 2026) berlaku kupon sebesar 6,05% untuk ST016T2, dan 6,25% untuk ST016T4,” demikian keterangan DJPPR Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Harga Emas Antam Terbaru Sore Ini Senin (11/5/2026) Catat Ya!

Instrumen ini menjadi salah satu pilihan investasi yang diminati karena menawarkan pendapatan pasif bulanan atau passive income dengan risiko relatif rendah.

Selain dijamin negara, kupon ST016 juga dikenakan pajak lebih rendah dibandingkan deposito.

Skema floating with floor yang digunakan ST016 membuat tingkat kupon dapat meningkat apabila suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) alias BI Rate naik.

Namun, ketika suku bunga BI Rate turun, kupon tidak akan jatuh di bawah batas minimal yang telah ditetapkan pemerintah.

“Dengan skema ini, kupon dapat meningkat mengikuti kenaikan suku bunga acuan, namun tidak akan turun di bawah batas minimal yang telah ditetapkan,” kata Kemenkeu.

Lalu, berapa potensi pendapatan bulanan yang bisa diperoleh investor dari ST016?

Berikut simulasi kupon ST016 untuk masing-masing tenor.

Simulasi kupon ST016T2

ST016T2 menawarkan kupon minimal sebesar 6,05% per tahun.

Kupon dibayarkan setiap bulan dengan pajak sebesar 10%.

Mengacu simulasi yang dipublikasikan mitra distribusi SBN, investasi Rp 10 juta di ST016T2 akan menghasilkan kupon kotor sekitar Rp 50.416 per bulan.

Setelah dipotong pajak 10%, investor memperoleh kupon bersih sekitar Rp 45.375 per bulan.

Jika nilai investasi ditingkatkan menjadi Rp 100 juta, maka kupon kotor yang diterima mencapai sekitar Rp 504.166 per bulan.

Setelah dipotong pajak, investor memperoleh sekitar Rp 453.750 per bulan.

Sementara itu, untuk investasi Rp 500 juta, kupon kotor ST016T2 mencapai sekitar Rp 2,52 juta per bulan.

Nilai bersih yang diterima investor setelah pajak sekitar Rp 2,27 juta per bulan.

Adapun investor yang menempatkan dana Rp 1 miliar di ST016T2 berpotensi memperoleh kupon kotor sekitar Rp 5,04 juta per bulan.

Setelah dipotong pajak 10%, kupon bersih yang diterima mencapai sekitar Rp 4,54 juta per bulan.

Simulasi tersebut sejalan dengan perhitungan yang dipublikasikan sejumlah mitra distribusi SBN.

Dalam simulasi BNI misalnya, investasi Rp 1 miliar di ST016T2 dengan kupon minimal 6,05% menghasilkan imbal hasil kotor Rp 5.042.000 per bulan.

Setelah dipotong pajak 10%, investor memperoleh kupon bersih Rp 4.537.800.

“Imbal Hasil Pertama berlaku normal coupon, karena tenor tepat 1 (satu) bulan,” demikian penjelasan simulasi tersebut.

Apabila kupon ST016T2 tidak berubah hingga jatuh tempo, maka total kupon bersih yang diterima investor selama dua tahun tentu akan lebih besar.

Sebagai ilustrasi, investor yang membeli ST016T2 senilai Rp 100 juta dan mempertahankannya hingga jatuh tempo berpotensi memperoleh kupon bersih sekitar Rp 10,89 juta selama dua tahun.

Di akhir tenor, pokok investasi Rp 100 juta juga akan dikembalikan penuh oleh pemerintah.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Cek. di The Palace & Semar Nusantara

Simulasi kupon ST016T4

Berbeda dari ST016T2, seri ST016T4 menawarkan kupon minimal lebih tinggi yakni 6,25% per tahun dengan tenor empat tahun.

Dengan kupon tersebut, investasi Rp 10 juta di ST016T4 berpotensi menghasilkan kupon kotor sekitar Rp 52.083 per bulan.

Setelah dipotong pajak 10%, investor menerima sekitar Rp 46.875 per bulan.

Jika nilai investasi mencapai Rp 100 juta, maka kupon kotor yang diterima sekitar Rp 520.833 per bulan.

Setelah pajak, investor memperoleh sekitar Rp 468.750 per bulan.

Untuk investasi Rp 500 juta, kupon kotor ST016T4 mencapai sekitar Rp 2,6 juta per bulan.

Setelah dipotong pajak, investor memperoleh sekitar Rp 2,34 juta per bulan.

Sementara itu, investasi Rp 1 miliar di ST016T4 menghasilkan kupon kotor sekitar Rp 5,2 juta per bulan.

Setelah dipotong pajak 10%, investor menerima kupon bersih sekitar Rp 4,69 juta per bulan.

Mengacu simulasi yang dipublikasikan BNI, investasi Rp 1 miliar di ST016T4 dengan kupon minimal 6,25% menghasilkan imbal hasil kotor Rp 5.208.000 per bulan.

Setelah pajak, nilai bersih yang diterima investor mencapai Rp 4.687.200.

Selain menawarkan kupon lebih tinggi, ST016T4 juga merupakan Green Sukuk Ritel.

Dana yang dihimpun dari seri ini akan digunakan untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek hijau.

ST016T4 yang merupakan Green Sukuk menawarkan kupon lebih tinggi, yakni 6,25%.

Jika investor menahan ST016T4 hingga jatuh tempo dan kupon tidak berubah, maka total pendapatan kupon yang diperoleh menjadi lebih besar karena tenor investasi mencapai empat tahun.

Sebagai ilustrasi, investor dengan penempatan dana Rp 100 juta di ST016T4 berpotensi memperoleh kupon bersih sekitar Rp 22,5 juta selama empat tahun.

Pokok investasi tetap dikembalikan penuh saat jatuh tempo.

Baca Juga: Panduan Transfer ATM BRI ke BCA: Cek Kode dan Tips Kirim Uang Aman

Kupon ST016 lebih menarik dibanding deposito

ST016 menjadi perhatian investor karena menawarkan kupon di atas rata-rata bunga deposito perbankan.

Selain itu, pajak kupon SBN ritel juga lebih rendah dibanding pajak deposito.

Kupon ST016 dikenakan pajak sebesar 10 persen, sedangkan pajak bunga deposito mencapai 20 persen.

Sejumlah mitra distribusi menyebut ST016 cocok bagi investor yang menginginkan pendapatan pasif bulanan dengan risiko relatif stabil.

Selain itu, ST016 juga menawarkan fleksibilitas tenor sesuai kebutuhan investor.

ST016T2 cocok bagi investor yang ingin berinvestasi jangka menengah, sedangkan ST016T4 ditujukan bagi investor yang mengincar kupon lebih tinggi dalam jangka waktu lebih panjang.

Adapun ST016T4 dinilai sesuai bagi investor yang memiliki horizon investasi lebih panjang dan ingin memperoleh potensi pendapatan bulanan lebih besar.

Masa penawaran ST016 berlangsung hingga 3 Juni 2026.

Investor dapat membeli produk ini secara online melalui mitra distribusi resmi yang telah ditunjuk pemerintah.

Pemerintah menargetkan penghimpunan dana sekitar Rp 15 triliun dari penerbitan ST016.

Selain memberikan alternatif investasi bagi masyarakat, penerbitan ST016 juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membiayai APBN sekaligus memperluas basis investor domestik di pasar SBN ritel.

Tambahan informasi mengenai ST016

Berikut informasi tambahan dari Kementerian Keuangan terkait ketentuan resmi Sukuk Tabungan ST016 seperti yang dilansir dari djppr.kemenkeu.go.id.

Kemenkeu menegaskan, ST016 terdiri dari Sukuk Tabungan seri ST016T2 (tenor 2 tahun) dan Green Sukuk seri ST016T4 (tenor 4 tahun), yang ditawarkan kepada investor individu Warga Negara Indonesia selama masa penawaran 8 Mei hingga 3 Juni 2026.

Kedua seri ST016 menggunakan akad wakalah dan menawarkan kupon mengambang dengan batas minimal (floating with floor). Tingkat kupon pertama ditetapkan sebesar 6,05% per tahun untuk ST016T2 dan 6,25% per tahun untuk ST016T4, yang masing-masing mengacu pada BI Rate ditambah spread 130 bps dan 150 bps.

Penerbitan ST016 bertujuan memperluas basis investor domestik, mendukung pengembangan pasar keuangan syariah, serta membantu pembiayaan APBN 2026. Khusus ST016T4 sebagai Green Sukuk, dana yang dihimpun juga diarahkan untuk mendukung pembiayaan proyek hijau dan pembangunan berkelanjutan.

Kemenkeu menjelaskan, ST016 merupakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tanpa warkat dan bersifat non-tradable atau tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Instrumen ini juga tidak dapat dialihkan maupun dicairkan sebelum jatuh tempo, kecuali pada periode early redemption yang telah ditentukan.

Adapun setelmen atau tanggal penerbitan ST016 dijadwalkan pada 10 Juni 2026. Sementara jatuh tempo ST016T2 ditetapkan pada 10 Juni 2028 dan ST016T4 pada 10 Mei 2030.

Kupon ST016 akan dibayarkan setiap tanggal 10 setiap bulan, dengan pembayaran pertama pada 10 Juli 2026. Bila tanggal pembayaran jatuh pada hari libur, maka pembayaran dilakukan pada hari kerja berikutnya.

Untuk mempermudah akses investor, pemesanan ST016 dilakukan secara online melalui sistem elektronik mitra distribusi resmi. Proses pembelian dilakukan melalui empat tahap, yakni registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi kepemilikan.

Pemerintah juga menetapkan periode pengajuan early redemption untuk ST016T2 pada 26 Mei 2027 hingga 3 Juni 2027, sedangkan ST016T4 pada 26 April 2028 hingga 3 Mei 2028. Nilai maksimal early redemption ditetapkan hingga 50% dari transaksi pembelian pada masing-masing mitra distribusi.

Informasi tambahan soal ST016

Berikut informasi tambahan dari Kementerian Keuangan terkait ketentuan resmi Sukuk Tabungan ST016.

Kemenkeu menegaskan, ST016 terdiri dari Sukuk Tabungan seri ST016T2 (tenor 2 tahun) dan Green Sukuk seri ST016T4 (tenor 4 tahun), yang ditawarkan kepada investor individu Warga Negara Indonesia selama masa penawaran 8 Mei hingga 3 Juni 2026.

Kedua seri ST016 menggunakan akad wakalah dan menawarkan kupon mengambang dengan batas minimal (floating with floor). Tingkat kupon pertama ditetapkan sebesar 6,05% per tahun untuk ST016T2 dan 6,25% per tahun untuk ST016T4, yang masing-masing mengacu pada BI Rate ditambah spread 130 bps dan 150 bps.

Penerbitan ST016 bertujuan memperluas basis investor domestik, mendukung pengembangan pasar keuangan syariah, serta membantu pembiayaan APBN 2026. Khusus ST016T4 sebagai Green Sukuk, dana yang dihimpun juga diarahkan untuk mendukung pembiayaan proyek hijau dan pembangunan berkelanjutan.

Kemenkeu menjelaskan, ST016 merupakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tanpa warkat dan bersifat non-tradable atau tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Instrumen ini juga tidak dapat dialihkan maupun dicairkan sebelum jatuh tempo, kecuali pada periode early redemption yang telah ditentukan.

Adapun setelmen atau tanggal penerbitan ST016 dijadwalkan pada 10 Juni 2026. Sementara jatuh tempo ST016T2 ditetapkan pada 10 Juni 2028 dan ST016T4 pada 10 Mei 2030.

Kupon ST016 akan dibayarkan setiap tanggal 10 setiap bulan, dengan pembayaran pertama pada 10 Juli 2026. Bila tanggal pembayaran jatuh pada hari libur, maka pembayaran dilakukan pada hari kerja berikutnya.

Tonton: JP Morgan Sebut Ekonomi RI Lebih Kuat dari AS dan China Hadapi Krisis Global

Untuk mempermudah akses investor, pemesanan ST016 dilakukan secara online melalui sistem elektronik mitra distribusi resmi. Proses pembelian dilakukan melalui empat tahap, yakni registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi kepemilikan.

Pemerintah juga menetapkan periode pengajuan early redemption untuk ST016T2 pada 26 Mei 2027 hingga 3 Juni 2027, sedangkan ST016T4 pada 26 April 2028 hingga 3 Mei 2028. Nilai maksimal early redemption ditetapkan hingga 50% dari transaksi pembelian pada masing-masing mitra distribusi.

Tabel 1. Jadwal Penting ST016

Tahapan Tanggal
Pembukaan masa penawaran 8 Mei 2026 (10.00 WIB)
Penutupan masa penawaran 3 Juni 2026 (12.00 WIB)
Penetapan hasil penjualan 8 Juni 2026
Setelmen/penerbitan 10 Juni 2026
Pembayaran kupon pertama 10 Juli 2026

Tabel 2. Jadwal Early Redemption ST016

Seri Periode Pengajuan Early Redemption Setelmen Early Redemption Maksimal Early Redemption
ST016T2 26 Mei 2027 (09.00 WIB) – 3 Juni 2027 (10.00 WIB) 10 Juni 2027 50% dari transaksi pembelian
ST016T4 26 April 2028 (09.00 WIB) – 3 Mei 2028 (10.00 WIB) 10 Mei 2028 50% dari transaksi pembelian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×