Penulis: Bimo Kresnomurti
KONTAN.CO.ID - Cek nilai tukar Rial Iran ke Rupiah yang semakin melemah. Di tengah gejolak ekonomi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, pergerakan nilai tukar mata uang rial Iran (IRR) terhadap rupiah Indonesia (IDR) menjadi sorotan bagi pelaku bisnis, wisatawan, hingga investor.
Nilai tukar IRR terhadap IDR mencerminkan depresiasi panjang rial terhadap mata uang global utama, khususnya dolar Amerika Serikat (USD). Karena rupiah Indonesia sendiri kerap dipengaruhi oleh dinamika USD, pelemahan rial secara tidak langsung tercermin dalam nilai konversinya ke rupiah.
Dalam beberapa tahun terakhir, rial terus kehilangan daya beli, menjadikannya salah satu mata uang dengan performa terlemah di kawasan Timur Tengah.
Lalu, berapa nilai Tukar Rial Iran ke Rupiah di Tengah Tekanan Global? Cek penjelasan selengkapnya.
Baca Juga: Update Kurs Transaksi BI Kamis (15/1): Dolar AS dengan Kurs Jual Rp16.955,35
Depresiasi Jangka Panjang Rial Iran
Berdasarkan data Wise.com per 15 Januari 2026, 1 rial Iran tercatat setara sekitar Rp 0,016. Memburuknya kondisi ekonomi Iran sejak akhir 2025 hingga awal 2026 menjadi faktor utama pelemahan nilai tukar.
Pada 14 Januari 2026, rial mencatat rekor terendah di pasar paralel, dengan nilai tukar mencapai sekitar 1 IRR sama dengan 0 USD.
Stabilitas jangka pendek ini, bagaimanapun, tidak menutupi tekanan struktural jangka panjang yang terus membayangi mata uang Iran.
Kondisi ini mencerminkan tekanan luar biasa pada sistem moneter dan kepercayaan publik terhadap mata uang nasional.
Baca Juga: Intip Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Kamis (15/1) Produk UBS, GALERI 24
Inflasi Tinggi dan Dampak Sanksi Internasional
Melansir Reuters, lonjakan inflasi menjadi masalah serius yang mempercepat pelemahan rial. Pada Desember 2025, tingkat inflasi Iran tercatat mencapai 42,5 persen, didorong oleh kenaikan harga pangan, energi, dan barang impor.
Sanksi internasional yang masih membatasi ekspor minyak serta akses Iran ke devisa global mempersempit ruang gerak pemerintah dalam menstabilkan nilai tukar. Keterbatasan cadangan valuta asing membuat intervensi moneter menjadi tidak efektif.
Tekanan ekonomi turut memicu ketidakstabilan sosial. Sejak akhir Desember 2025, protes massal terjadi di Teheran dan sejumlah kota besar lainnya, dipicu oleh kenaikan harga bahan makanan yang mencapai hingga 72 persen serta melemahnya daya beli masyarakat.
Baca Juga: Ringgit Menguat, Rupiah Merana: Apa Saja Isu yang Mempengaruhinya?
Situasi ini memperburuk sentimen pasar dan mendorong masyarakat untuk mengalihkan aset ke mata uang asing atau barang riil, yang semakin menekan nilai rial.
Di luar faktor eksternal, masalah internal turut mempercepat pelemahan mata uang. Korupsi sistemik, pengelolaan anggaran negara yang mengalami defisit, serta ketergantungan pada skema subsidi yang tidak berkelanjutan menjadi beban jangka panjang bagi ekonomi Iran.
Proyeksi inflasi untuk tahun 2026 masih berada di kisaran 42,4 persen, menandakan tekanan terhadap rial belum akan mereda dalam waktu dekat.
Dampak Depresiasi Rial terhadap Indonesia
Bagi Indonesia, pelemahan rial memiliki implikasi terbatas namun tetap relevan. Dalam perdagangan bilateral, Indonesia mengimpor sejumlah produk dari Iran, terutama produk petrokimia.
Nilai tukar rial yang rendah membuat harga barang asal Iran relatif lebih murah dalam rupiah, namun ketidakstabilan ekonomi Iran berpotensi mengganggu kesinambungan pasokan dan kepastian kontrak dagang.
Pelemahan Rial didorong oleh faktor internal dan eksternal. Secara internal, Iran menghadapi lonjakan inflasi yang mencapai 42,5% pada Desember 2025, korupsi sistemik, dan defisit anggaran. Secara eksternal, sanksi internasional membatasi ekspor minyak dan akses Iran ke devisa global, membuat intervensi moneter tidak efektif.
Tonton: Respon Ancaman AS, Denmark Mulai Kerahkan Pasukan dan Peralatan Militer ke Greenland
Selanjutnya: Jujutsu Kaisen S3 Ep 3: Kapan Tayang? Master Tengen Mengungkap Culling Game
Menarik Dibaca: Promo Indomaret Super Hemat Terbaru sampai 21 Januari 2026, Sunlight Hemat Banyak!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
