Penulis: Bimo Adi Kresnomurti | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - Cek saldo minimal kartu uang elektronik naik MRT, KRL Commuter Line, TransJakarta, dan LRT Jakarta. Penggunaan transportasi umum di Jakarta seperti MRT, KRL Commuter Line, TransJakarta, dan LRT Jakarta memang praktis.
Namun, sebelum berangkat, penumpang perlu memastikan saldo kartu uang elektronik atau metode pembayaran digital yang digunakan mencukupi.
Pasalnya, setiap moda transportasi memiliki ketentuan saldo minimum atau kebutuhan saldo yang berbeda.
Bahkan, saldo minimum untuk bisa melakukan tap tidak selalu sama dengan tarif perjalanan, karena pada beberapa layanan saldo tertentu diperlukan untuk proses pencatatan transaksi.
Baca Juga: Panduan Top Up Uang Elektronik di DANA, Ada 3 Jenis Kartu yang Bisa Isi Saldo
Daftar saldo minimal transportasi Jakarta
Melansir dari masing-masing laman resmi, berikut saldo minimal yang perlu disiapkan untuk naik MRT Jakarta, KRL, TransJakarta, dan LRT Jakarta.
| Moda transportasi | Saldo minimal | Keterangan |
|---|---|---|
| MRT Jakarta | Rp14.000 | Untuk KUE bank, saldo minimum berkaitan dengan kebutuhan tarif perjalanan |
| KRL Commuter Line | Rp5.000 | Saldo minimum KMT |
| TransJakarta | Rp5.000 | Ketentuan saldo minimum untuk kartu elektronik |
| LRT Jakarta | Rp5.000* | Perlu saldo yang cukup untuk transaksi |
*Ketentuan dapat berbeda berdasarkan jenis kartu/metode pembayaran dan kebijakan yang berlaku.
Baca Juga: Ini 3 Cara Bayar MRT Jakarta Tanpa Kartu Uang Elektronik, Bisa via Chat WA
1. Saldo minimal naik MRT Jakarta
Untuk naik MRT Jakarta, pengguna kartu uang elektronik perlu memastikan saldo mencukupi sebelum melakukan perjalanan.
Tarif MRT Jakarta saat ini menggunakan sistem berdasarkan jarak. Tarif perjalanan berada mulai dari Rp3.000 hingga Rp14.000 untuk rute Lebak Bulus Grab–Bundaran HI.
Dalam ketentuan penggunaan uang elektronik bank, MRT Jakarta menetapkan saldo minimum saat tap in sebesar tarif maksimum perjalanan. Artinya, untuk penggunaan KUE bank, pengguna sebaiknya menyiapkan setidaknya Rp14.000 agar dapat melakukan perjalanan tanpa kendala.
Hal ini berbeda dengan tarif perjalanan aktual. Misalnya, perjalanan yang tarifnya Rp5.000 tidak berarti kartu harus hanya memiliki saldo Rp5.000 karena sistem dapat mensyaratkan saldo minimum tertentu ketika masuk stasiun.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga pernah menjelaskan bahwa untuk penggunaan KUE, saldo minimal MRT Jakarta adalah Rp15.000 dalam informasi layanan transportasi publik.
Karena terdapat perbedaan informasi berdasarkan periode dan mekanisme pembayaran, pengguna sebaiknya memastikan saldo setidaknya Rp15.000 untuk berjaga-jaga saat menggunakan KUE bank.
Baca Juga: Yuk Naik Kereta! Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini 31 Agustus-4 September 2026
2. Saldo minimal naik KRL
Untuk KRL Commuter Line, salah satu kartu yang dapat digunakan adalah Kartu Multi Trip (KMT) milik KAI Commuter. KMT dapat digunakan untuk transaksi perjalanan Commuter Line dan dapat diisi ulang melalui loket, vending machine, aplikasi C-Access, serta kanal top up lainnya.
KAI Commuter sebelumnya menetapkan saldo minimum KMT sebesar Rp5.000. Ketentuan tersebut tercatat dalam dokumentasi resmi KAI Commuter mengenai sejarah layanan KMT.
Selain KMT, pengguna KRL juga dapat menggunakan kartu uang elektronik dari sejumlah bank. KAI Commuter mengimbau pengguna menyiapkan saldo minimum yang mencukupi untuk setiap perjalanan.
Dengan demikian, untuk keperluan praktis, pengguna KRL sebaiknya menjaga saldo minimal Rp5.000, meskipun saldo yang dibutuhkan untuk perjalanan aktual bergantung pada rute dan metode pembayaran.
Baca Juga: Spesial HUT RI Ke-81, Naik MRT Jakarta Hanya Rp8
3. Saldo minimal naik TransJakarta
Untuk TransJakarta, saldo minimum kartu elektronik yang digunakan ditetapkan sebesar Rp5.000. Ketentuan ini pernah diberlakukan ketika TransJakarta menerapkan sistem satu kartu untuk satu penumpang dan mewajibkan penumpang melakukan tap in serta tap out.
Artinya, apabila saldo kartu kurang dari Rp5.000, pengguna dapat mengalami kendala saat melakukan transaksi, kecuali pada layanan tertentu yang memang diberikan secara gratis.
Namun, ketentuan saldo juga dapat berubah sesuai program tarif yang sedang berlaku. Sebagai contoh, ketika ada program tarif khusus Rp1, saldo minimum yang dibutuhkan dapat mengikuti ketentuan program tersebut. Pada program tarif Rp1 pada 2025, misalnya, saldo minimum TransJakarta disebut cukup Rp1.
Karena itu, untuk perjalanan normal, menyimpan saldo minimal Rp5.000 merupakan pilihan yang lebih aman.
Baca Juga: Panduan Cara Bayar LRT Pakai GoPay: Ini Langkah Praktisnya!
4. Saldo minimal naik LRT Jakarta
Pengguna LRT Jakarta juga dapat menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencantumkan beberapa metode pembayaran yang dapat digunakan untuk LRT Jakarta, termasuk JakCard Bank DKI dan tiket perjalanan LRT.
Dalam penggunaan transportasi umum Jakarta, saldo yang dibutuhkan juga bergantung pada kartu dan mekanisme pembayaran yang digunakan.
Sebagai gambaran, pada program tarif Rp1 transportasi publik Jakarta pada 2025, saldo minimum yang disebutkan untuk LRT Jakarta adalah Rp1 karena tarif perjalanan pada program tersebut hanya Rp1.
Untuk perjalanan normal, pengguna sebaiknya tidak hanya mengandalkan saldo minimum program khusus dan memastikan kartu memiliki saldo yang cukup untuk membayar tarif perjalanan.
Baca Juga: Lebih Dari 560.000 Pelanggan Naik MRT saat Tarif Rp1 HUT ke-499 DKI Jakarta
Bisa pakai satu kartu untuk beberapa moda
Kabar baiknya, kartu uang elektronik tertentu dapat digunakan untuk berbagai moda transportasi di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjelaskan bahwa berbagai KUE dapat digunakan pada sejumlah moda transportasi, sementara kartu tertentu juga dapat digunakan untuk menikmati tarif integrasi.
Dengan tarif integrasi, pengguna dapat menggunakan lebih dari satu moda, seperti MRT, LRT, dan TransJakarta, dengan biaya perjalanan maksimal Rp10.000 sesuai ketentuan integrasi.
Contohnya, pengguna dapat melanjutkan perjalanan dari KRL ke TransJakarta atau mengombinasikan beberapa moda transportasi yang telah terintegrasi.
Namun, saldo minimum kartu tetap perlu diperhatikan, karena sistem tap in pada masing-masing moda dapat memiliki persyaratan saldo tersendiri.
Tonton: Kenapa BRI dan BSI Dipilih untuk Rekening Massal Warga Ini Alasannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












