Penulis: Bimo Kresnomurti
KONTAN.CO.ID - Simak pengganti internet banking BNI yang segera tutup April 2026. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Negara Indonesia mengumumkan bahwa layanan BNI Internet Banking (BNI IB) akan segera dihentikan secara bertahap.
Melansir laman resmi BNI, kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi digital yang dilakukan bank pelat merah tersebut untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih terintegrasi, modern, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah di era digital.
BNI menyampaikan bahwa akses Internet Banking akan mulai ditutup secara bertahap mulai 21 April 2026. Nasabah yang selama ini menggunakan layanan tersebut diminta untuk segera memindahkan aktivitas transaksi ke kanal digital baru yang telah disediakan oleh bank.
Langkah ini dilakukan agar seluruh layanan perbankan BNI dapat terpusat pada platform digital yang lebih canggih, aman, dan mudah digunakan oleh nasabah.
Baca Juga: Catat! BNI Bagikan Dividen Tunai Rp 13,03 Triliun untuk Tahun Buku 2026
Alasan BNI Menutup Layanan Internet Banking
Penutupan layanan Internet Banking bukan dilakukan secara mendadak. BNI menilai bahwa perubahan perilaku nasabah yang semakin banyak menggunakan aplikasi mobile menjadi salah satu alasan utama perubahan tersebut.
Selain itu, bank ingin menyederhanakan layanan digital agar lebih efisien dan mampu memberikan pengalaman transaksi yang lebih modern bagi pengguna.
Dengan fokus pada platform digital terbaru, BNI dapat mengembangkan fitur yang lebih lengkap, mulai dari transaksi harian hingga pengelolaan keuangan dan investasi.
Baca Juga: Jadi Tingkatan Tertinggi, Berapa Minimal Saldo Menjadi Nasabah BNI Private?
Dua Platform Pengganti BNI Internet Banking
Setelah layanan Internet Banking dihentikan, BNI telah menyiapkan dua kanal digital utama yang dapat digunakan oleh nasabah.
1. wondr by BNI
Aplikasi ini menjadi platform utama bagi nasabah individu untuk melakukan transaksi perbankan secara digital.
Aplikasi wondr by BNI menawarkan tiga konsep utama layanan keuangan, yaitu:
- Transaksi: transfer uang, pembayaran tagihan, dan berbagai transaksi harian
- Insight: fitur analisis pengelolaan keuangan pribadi
- Growth: dukungan untuk perencanaan keuangan dan investasi
Dengan konsep tersebut, nasabah dapat mengelola keuangan secara lebih mudah melalui satu aplikasi terpadu.
Baca Juga: Masa Depan Keuangan Anak Cerah: Panduan Lengkap Buka BNI Taplus Anak
2. BNIdirect
Platform ini ditujukan untuk nasabah bisnis atau pelaku usaha yang membutuhkan layanan transaksi dalam skala lebih besar.
Beberapa fitur utama BNIdirect antara lain:
- Transfer instan
- Otorisasi transaksi dengan single user
- Transaksi massal untuk kebutuhan bisnis
- Rekap laporan keuangan untuk memantau arus kas usaha
Layanan ini dirancang sebagai one-stop digital business solution bagi pelaku usaha, terutama segmen UMKM dan perusahaan.
Baca Juga: Kartu Kredit BNI Pemula: 3 Pilihan Terbaik dengan Limit dari Rp3 Juta
Imbauan untuk Nasabah BNI
BNI mengimbau seluruh nasabah agar segera beralih ke layanan digital baru sebelum Internet Banking resmi dinonaktifkan. Selama masa transisi, nasabah masih dapat menggunakan layanan lama, namun disarankan mulai melakukan migrasi ke platform baru.
Selain itu, bank juga mengingatkan nasabah untuk selalu waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan BNI. Bank tidak pernah meminta data sensitif seperti OTP, PIN, password, maupun kode kartu kepada nasabah.
Penutupan layanan BNI Internet Banking merupakan bagian dari strategi transformasi digital perbankan. Mulai 21 April 2026, nasabah akan diarahkan menggunakan aplikasi wondr by BNI untuk transaksi individu serta BNIdirect untuk kebutuhan bisnis.
Dengan platform baru tersebut, BNI berharap nasabah dapat menikmati layanan perbankan yang lebih modern, aman, serta terintegrasi dalam satu ekosistem digital.
Tonton: Fadli Rahman Direktur Danantara: Dampak Externalities 1 Unit PLTSa Bisa Rp 14 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













