kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

OJK Bocorkan Bakal Lahir Bank Umum Syariah Baru Tahun Ini


Minggu, 17 Mei 2026 / 07:46 WIB
OJK Bocorkan Bakal Lahir Bank Umum Syariah Baru Tahun Ini
ILUSTRASI. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bakal ada satu bank syariah baru yang terbentuk pada tahun 2026. (KONTAN/Baihaki)

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bakal ada satu bank syariah baru yang terbentuk pada tahun 2026. Bank baru tersebut merupakan hasil proses spin-off yang ditujukan untuk memperkuat struktur industri perbankan syariah nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, bank baru tersebut nantinya akan masuk dalam kelompok Bank Umum Syariah (BUS) dan memperkuat posisi industri pada kelompok Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2.

“Pada tahun ini juga diharapkan terbentuk satu Bank Umum Syariah (BUS) baru hasil proses spin-off yang akan memperkuat struktur industri perbankan syariah nasional pada kelompok KBMI 2,” ujar Dian dalam siaran pers, dikutip pada Minggu (17/5/2026).

Menurut Dian, penguatan struktur industri perbankan syariah terus dilakukan seiring pertumbuhan industri yang dinilai solid dan berkelanjutan.

Hingga Maret 2026, aset industri perbankan syariah tercatat tumbuh 10,49% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1.061,61 triliun.

Sementara itu, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% (yoy) menjadi Rp 716,40 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,14% (yoy) menjadi Rp 811,76 triliun.

Baca Juga: Cara Praktis Bayar First Media via ATM hingga M-banking BCA

OJK juga mencatat rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) terus meningkat hingga mencapai 87,65%.

Adapun kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) Gross sebesar 2,28% dan NPF Net 0,87%.

Dian mengatakan, pertumbuhan tersebut menjadi bagian penting dari transformasi industri perbankan syariah nasional yang mengacu pada Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023-2027.

“Momentum pertumbuhan tersebut menjadi milestone penting dari upaya transformasi dan penguatan industri perbankan syariah nasional yang mengacu pada Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027,” kata Dian.

Selain pembentukan BUS baru, konsolidasi juga dilakukan pada sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah.

Dian menyebut, saat ini terdapat proses penggabungan terhadap 21 BPR/BPR Syariah yang ditargetkan menghasilkan 9 BPR Syariah yang lebih kuat dan efisien.

Di sisi lain, OJK juga terus mendorong pengembangan produk dan model bisnis syariah. Salah satunya melalui penerbitan sembilan pedoman produk perbankan syariah dan POJK Nomor 4 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Produk Investasi Perbankan Syariah.

OJK mencatat, implementasi produk syariah juga terus berkembang.

Tonton: Putin Menyusul Trump Ke China! Xi Jinping Main Dua Kaki di Tengah Rivalitas Dunia?

Realisasi Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) telah dilakukan pada 9 BUS, 3 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 9 BPR Syariah dengan total nilai proyek mencapai Rp 907,73 juta serta penghimpunan dana Rp 22,76 miliar.

Selain itu, Shariah Restricted Investment Account (SRIA) telah diimplementasikan oleh 1 BUS dan 1 UUS dengan total nominal piloting mencapai Rp 1,35 triliun.

Dian menambahkan, dukungan perbankan syariah terhadap sektor riil dan UMKM juga terus ditingkatkan.

Hal itu tercermin dari total penyaluran pembiayaan UMKM oleh industri perbankan syariah yang mencapai Rp 217,86 triliun.

Tabel Data Industri Perbankan Syariah per Maret 2026

Indikator Perbankan Syariah Posisi Maret 2026 Pertumbuhan (yoy)
Aset Rp 1.061,61 triliun 10,49%
Pembiayaan Rp 716,40 triliun 9,82%
Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 811,76 triliun 11,14%
Financing to Deposit Ratio (FDR) 87,65% -
NPF Gross 2,28% -
NPF Net 0,87% -
Pembiayaan UMKM Rp 217,86 triliun -

(Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/05/17/061600426/ojk-ungkap-bakal-ada-bank-syariah-baru-tahun-ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×