Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Rupee India diperkirakan menguat tipis pada pembukaan perdagangan Senin (4/5/2026), didukung oleh penurunan harga minyak setelah Amerika Serikat mengatakan akan mulai melakukan upaya untuk membebaskan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Pelaku pasar juga menanti perkembangan terbaru dari negosiasi antara AS dan Iran.
Mengutip Reuters, para trader memperkirakan rupee akan dibuka di kisaran 94,86 hingga 94,88 per dolar AS. Rupee terakhir ditutup pada level 94,91 per dolar AS pada Kamis (30/4/2026), setelah sempat menyentuh rekor terendah sepanjang masa di 95,33 per dolar AS.
Pasar keuangan India tutup pada Jumat (1/5/2026).
Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun ke level US$ 105,50 per barel pada sesi perdagangan Asia, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Minggu bahwa AS akan bergerak membantu membersihkan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz.
Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut, hanya menyebut langkah tersebut sebagai upaya kemanusiaan bagi negara-negara netral.
Namun demikian, para analis menilai tidak adanya kemajuan signifikan menuju kesepakatan damai akan membatasi penurunan harga minyak. Negosiasi antara AS dan Iran masih berlanjut, dengan kedua negara saling menilai respons masing-masing.
Harga minyak Brent terakhir diperdagangkan di sekitar US$ 108 per barel.
Baca Juga: Nilai Rupiah Keok 0,20%: Terparah di Asia Hari Ini!
Rupee terus berada di bawah tekanan dalam beberapa sesi terakhir, dengan pelemahan hampir 2% dalam delapan hari perdagangan terakhir.
Pelemahan berkelanjutan ini mencerminkan efek berantai dari harga minyak yang tinggi, yang menekan sentimen pasar, mendorong importir meningkatkan aktivitas lindung nilai (hedging), serta memperkuat permintaan dolar secara konsisten dari kilang minyak.
Harga minyak yang tinggi juga memperburuk tekanan terhadap rupee karena membuat investor asing menjauh dari pasar saham India. Arus keluar portofolio asing mencapai hampir US$ 6,5 miliar pada April, sementara akumulasi arus keluar sepanjang 2026 tercatat sekitar US$ 20,6 miliar. Angka tersebut sudah melampaui total arus keluar sepanjang 2025 dan turut memperbesar permintaan dolar.
Prospek rupee masih menantang dari sisi sentimen maupun aliran dana, ditambah lagi posisi kontrak forward valuta asing Bank Sentral India (Reserve Bank of India/RBI) yang membengkak menjadi hambatan tambahan, kata seorang trader valuta asing di sebuah bank.
Baca Juga: Pengeluaran Rumah Tangga: Hitung Cermat Selisih Beras Medium & Premium
Rupee Jadi yang Terburuk di Asia Secara YTD
Berdasarkan data Reuters per 4 Mei 2026, rupee India tercatat melemah 5,31% secara year-to-date (YTD), dari posisi akhir 2025 di level 89,87 per dolar AS menjadi 94,91 per dolar AS.
Pelemahan ini merupakan yang terdalam di antara mata uang Asia lainnya, bahkan melampaui depresiasi peso Filipina (-4,23%) dan rupiah Indonesia (-3,86%).
Dengan demikian, rupee menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia sepanjang 2026 sejauh ini.
Tonton: Rupiah Pecah Rekor Terlemah, Analis Prediksi Tekanan Berlanjut hingga Mei
Perubahan mata uang Asia sepanjang 2026 (YTD)
| Mata uang | Latest bid | End 2025 | Perubahan YTD (%) |
|---|---|---|---|
| Jepang (Yen) | 157,110 | 156,650 | -0,29% |
| Singapura (SGD) | 1,273 | 1,2855 | +0,97% |
| Taiwan (TWD) | 31,588 | 31,438 | -0,47% |
| Korea Selatan (Won) | 1.473,100 | 1.439,500 | -2,28% |
| Thailand (Baht) | 32,510 | 31,45 | -3,26% |
| Filipina (Peso) | 61,397 | 58,800 | -4,23% |
| Indonesia (Rupiah) | 17.340,000 | 16.670,00 | -3,86% |
| India (Rupee) | 94,910 | 89,870 | -5,31% |
| Malaysia (Ringgit) | 3,955 | 4,056 | +2,55% |
| China (Yuan) | 6,831 | 6,9879 | +2,30% |
Catatan: tanda minus menunjukkan mata uang melemah terhadap dolar AS.
Sumber: Reuters
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













