Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (12/5) pagi, bahkan menyentuh level terendah sepanjang sejarah. Berdasarkan data Reuters pada pukul 02.12 GMT, rupiah berada di posisi Rp 17.495 per dolar AS, melemah 0,51% dibandingkan hari sebelumnya di level Rp 17.405 per dolar AS.
Melansir Reuters, pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan yang juga dialami mayoritas mata uang Asia. Rupiah bahkan tercatat menjadi salah satu mata uang yang paling tertekan di kawasan pada hari ini, seiring penguatan dolar AS yang memicu pelemahan mata uang negara berkembang.
Tekanan juga terlihat pada mata uang Asia lainnya seperti won Korea Selatan yang turun 0,90% ke level 1.486,1 per dolar AS, serta peso Filipina yang melemah 0,81% ke level 61,406 per dolar AS. Sementara itu, yen Jepang turun 0,23%, baht Thailand melemah 0,29%, dan ringgit Malaysia turun 0,25%.
Di sisi lain, beberapa mata uang tercatat relatif stabil. dolar Taiwan menguat tipis 0,01%, sementara yuan China naik 0,03%. rupee India tercatat tidak berubah pada level 95,31 per dolar AS.
Secara kumulatif sejak awal tahun (year-to-date/YTD) 2026, rupiah juga menunjukkan kinerja negatif. Rupiah sudah turun 4,72% dibandingkan posisi akhir 2025 yang berada di level Rp 16.670 per dolar AS. Pelemahan ini menempatkan rupiah sebagai salah satu mata uang Asia dengan penurunan terbesar sepanjang tahun berjalan.
Jika dibandingkan, rupee India mencatat pelemahan lebih dalam dengan koreksi 5,71% sepanjang 2026, sedangkan peso Filipina turun 4,24% dan won Korea Selatan melemah 3,14%. Adapun baht Thailand turun 2,78% secara YTD.
Baca Juga: Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Selasa (12/5) Naik Rp 40.000 Per Gram
Sebaliknya, beberapa mata uang Asia justru menguat sepanjang 2026. ringgit Malaysia naik 3,21%, sementara yuan China menguat 2,85% dan dolar Singapura naik 1,20%. Perbedaan kinerja ini menunjukkan tekanan dolar AS tidak berdampak merata, karena setiap negara menghadapi kondisi fundamental dan sentimen pasar yang berbeda.
Kurs Mata Uang Asia terhadap Dolar AS (02.12 GMT)
| Mata Uang | Kurs Terakhir (bid) | Hari Sebelumnya | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Yen Jepang | 157,530 | 157,160 | -0,23% |
| Dolar Singapura | 1,270 | 1,2682 | -0,17% |
| Dolar Taiwan | 31,412 | 31,415 | +0,01% |
| Won Korea Selatan | 1.486,100 | 1.472,7 | -0,90% |
| Baht Thailand | 32,350 | 32,26 | -0,29% |
| Peso Filipina | 61,406 | 60,91 | -0,81% |
| Rupiah Indonesia | 17.495 | 17.405 | -0,51% |
| Rupee India | 95,310 | 95,31 | 0,00% |
| Ringgit Malaysia | 3,930 | 3,92 | -0,25% |
| Yuan China | 6,794 | 6,7963 | +0,03% |
Perubahan Mata Uang Asia Sepanjang 2026 (hingga saat ini)
| Mata Uang | Kurs Terakhir | Akhir 2025 | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Yen Jepang | 157,530 | 156,650 | -0,56% |
| Dolar Singapura | 1,270 | 1,2855 | +1,20% |
| Dolar Taiwan | 31,412 | 31,438 | +0,08% |
| Won Korea Selatan | 1.486,100 | 1.439,500 | -3,14% |
| Baht Thailand | 32,350 | 31,45 | -2,78% |
| Peso Filipina | 61,406 | 58,800 | -4,24% |
| Rupiah Indonesia | 17.495 | 16.670 | -4,72% |
| Rupee India | 95,310 | 89,870 | -5,71% |
| Ringgit Malaysia | 3,930 | 4,056 | +3,21% |
| Yuan China | 6,794 | 6,9879 | +2,85% |
Pelemahan rupiah yang berlanjut dapat meningkatkan tekanan terhadap biaya impor, terutama untuk komoditas strategis seperti energi dan bahan baku industri yang mayoritas masih mengacu pada denominasi dolar AS. Kondisi ini juga berpotensi memengaruhi inflasi domestik apabila pelemahan nilai tukar berlangsung lebih lama.
Tonton: Harga Emas Antam Melonjak Hari Ini (12 Mei 2026)
Selain itu, rupiah yang melemah biasanya membuat pelaku pasar lebih berhati-hati terhadap aset berisiko di emerging markets. Investor cenderung mencermati pergerakan dolar AS, arah suku bunga global, serta dinamika geopolitik yang memengaruhi aliran modal.
Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau sentimen global dan data ekonomi utama dari AS yang dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga bank sentral AS (The Fed). Perubahan ekspektasi suku bunga AS sering menjadi faktor penentu arah dolar AS, yang pada akhirnya turut menentukan pergerakan mata uang Asia termasuk rupiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













