Penulis: Bimo Kresnomurti
KONTAN.CO.ID - Simak update estimasi biaya pengisian BBM bagi pemilik Toyota Fortuner. Kenaikan harga BBM jenis solar non subsidi sejak April 2026 membuat biaya operasional kendaraan diesel semakin membengkak.
Hal ini juga dirasakan oleh pemilik SUV besar seperti Toyota Fortuner yang dikenal memiliki kapasitas tangki cukup besar.
Sejumlah produk BBM mengalami lonjakan harga signifikan pada Senin, 4 Mei 2026.
Baca Juga: Produksi Mobil Toyota Tahun 2026 Diprediksi Lampaui 10 Juta Unit
Daftar Harga BBM Diesel
Pada 4 Mei 2026, pihak SPBU mengumukan penyesuaian harga kembali pada beberapa jenis BBM
- Pertamina Dex kini berada di level Rp27.900 per liter,
- Dexlite Rp26.000 per liter,
- BP Ultimate Diesel bahkan mencapai Rp30.890 per liter.
Kapasitas Tangki Toyota Fortuner
Toyota Fortuner memiliki kapasitas tangki bahan bakar sekitar 80 liter. Dengan kapasitas sebesar ini, pengisian penuh dari kondisi kosong tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terlebih di tengah kenaikan harga BBM saat ini.
Baca Juga: Satgas PKH Kejar Denda Rp 38 Triliun ke 71 Perusahaan Sawit dan Tambang
Estimasi Biaya Isi Penuh (Full Tank)
Berikut perhitungan biaya pengisian penuh berdasarkan harga BBM terbaru:
- Pertamina Dex (Rp27.900/liter) maka 80 liter × Rp27.900 = Rp2.232.000
- Dexlite (Rp26.000/liter) maka 80 liter × Rp26.000 = Rp2.080.000
- BP Ultimate Diesel (Rp30.890/liter) maka 80 liter × Rp30.890 = Rp2.471.200
Baca Juga: E10 Siap Jalan 2027, Indonesia Bisa Hemat BBM Hingga 4,2 Juta Kiloliter
Dengan biaya yang menembus Rp2 juta untuk sekali isi penuh, kenaikan harga BBM ini jelas memberikan tekanan bagi pemilik kendaraan diesel, khususnya di segmen SUV. Pengeluaran bahan bakar menjadi semakin besar, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
Lonjakan harga solar non subsidi membuat biaya operasional kendaraan seperti Toyota Fortuner meningkat tajam. Dengan kapasitas tangki 80 liter, pemilik Fortuner kini harus mengeluarkan dana lebih dari Rp2 juta untuk sekali pengisian penuh.
Kondisi ini mendorong pengguna untuk lebih bijak dalam penggunaan kendaraan serta mempertimbangkan efisiensi bahan bakar ke depan.
Tonton: Kemarau Ekstrem Ancam Jateng Ada Daerah Bisa Kering Hingga 9 Bulan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













