Sumber: OCBC NISP | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Mengenal transaksi transfer LLG Bank. Saat melakukan transfer uang antarbank, nasabah sering menjumpai beberapa pilihan layanan BI-FAST, RTGS, atau transfer online.
Nah, ada salah satu yang masih banyak digunakan adalah LLG (Lalu Lintas Giro). Transfer LLG menjadi layanan transfer antarbank yang dikelola oleh Bank Indonesia dan umumnya digunakan untuk mengirim dana dalam jumlah maksimal Rp1 miliar dengan biaya yang relatif terjangkau.
Lantas, apa itu transfer LLG dan bagaimana cara kerjanya?
Baca Juga: Transaksi BI-FAST KB Bank Tumbuh 40% hingga April 2026
Apa Itu Transfer LLG?
Melansir laman OCBC NISP, Transfer LLG (Lalu Lintas Giro) adalah layanan transfer dana antarbank melalui sistem kliring yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.
Melalui sistem ini, transaksi dari berbagai bank akan dikumpulkan (dikliringkan) terlebih dahulu, kemudian diselesaikan pada jadwal tertentu sebelum dana diteruskan ke rekening tujuan.
Karena menggunakan mekanisme kliring, dana tidak langsung diterima secara real-time seperti transfer BI-FAST atau transfer online.
Layanan transfer antar bank ini membutuhkan waktu 1-3 hari kerja untuk sampai ke rekening tujuan. Metode ini cocok untuk transaksi bernilai besar (maksimal Rp 1 Miliar per transaksi) karena mengenakan biaya admin yang relatif murah
Baca Juga: BI-FAST Catat Pertumbuhan Masif di 2025, Bank Mulai Gas Layanan Tahap Dua
Cara Kerja Transfer LLG
Proses transfer LLG berlangsung melalui beberapa tahapan:
- Nasabah mengajukan transfer ke rekening bank lain.
- Bank pengirim memasukkan transaksi ke sistem kliring Bank Indonesia.
- Bank Indonesia melakukan proses kliring dan penyelesaian transaksi.
- Setelah proses selesai, dana dikirim ke bank penerima.
- Bank penerima mengkreditkan dana ke rekening tujuan.
Karena melalui proses kliring, transfer LLG membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan transfer instan.
Baca Juga: Transaksi BI-Fast Kian Membumbung
Berapa Lama Transfer LLG?
Umumnya, transfer LLG membutuhkan waktu sekitar beberapa jam hingga satu hari kerja, tergantung:
- Jam transaksi.
- Jadwal kliring Bank Indonesia.
- Hari operasional perbankan.
Apabila transfer dilakukan di luar jam operasional atau pada hari libur, transaksi biasanya diproses pada hari kerja berikutnya.
Baca Juga: Transaksi BI-FAST BCA Tembus Rp 6.087 Triliun
Batas Maksimum Transfer LLG
Batas maksimum transfer LLG dapat berbeda di setiap bank. Secara umum, nominal transfer dapat mencapai 1 Miliar, tergantung kebijakan bank pengirim.
Untuk transfer bernilai sangat besar, bank biasanya menyarankan penggunaan layanan RTGS.
Biaya Transfer LLG
Biaya transfer LLG umumnya berkisar Rp2.900 hingga Rp5.000 per transaksi, tergantung kebijakan masing-masing bank.
Besaran biaya tersebut umumnya lebih murah dibandingkan RTGS.
Baca Juga: BTN Optimistis Transaksi BI-Fast Tumbuh 30% Usai Layanan Request for Payment Meluncur
Kelebihan Transfer LLG
Beberapa keunggulan transfer LLG antara lain:
- Biaya relatif murah.
- Dapat digunakan untuk transfer antarbank.
- Cocok untuk transaksi bisnis maupun pembayaran rutin.
- Didukung hampir seluruh bank di Indonesia.
Kekurangan Transfer LLG
Di sisi lain, transfer LLG memiliki beberapa keterbatasan, seperti:
- Dana tidak masuk secara instan.
- Hanya diproses pada hari dan jam operasional.
- Waktu penyelesaian lebih lama dibandingkan BI-FAST.
Baca Juga: Transaksi BI-FAST Perbankan Melonjak 35%, Jadi Mesin Pertumbuhan Fee Income Bank
Perbedaan LLG, BI-FAST, dan RTGS
Berikut ini beberapa perbedaan layanan perbankan.
| Aspek | LLG | BI-FAST | RTGS |
|---|---|---|---|
| Sistem | Kliring | Transfer instan | Real Time Gross Settlement |
| Kecepatan | Beberapa jam hingga 1 hari kerja | Real-time (hitungan detik) | Real-time |
| Nominal | Kecil hingga menengah | Hingga batas yang ditetapkan peserta BI-FAST | Umumnya untuk nominal besar |
| Biaya | Sekitar Rp2.900–Rp5.000 | Maksimal Rp2.500 kepada nasabah (sesuai ketentuan BI) | Umumnya sekitar Rp25.000–Rp50.000 |
| Cocok untuk | Transfer biasa | Transfer harian | Transfer bernilai besar dan mendesak |
Baca Juga: Transaksi BI-Fast BTN Capai Rp 25,2 Triliun hingga April 2026
Kapan Sebaiknya Menggunakan Transfer LLG?
Transfer LLG cocok digunakan apabila:
- Tidak membutuhkan dana masuk secara instan.
- Ingin menghemat biaya transfer.
- Melakukan pembayaran kepada pihak lain dalam jumlah kecil hingga menengah.
- Bertransaksi pada jam operasional perbankan.
Sebaliknya, jika dana harus diterima dalam hitungan detik, layanan BI-FAST menjadi pilihan yang lebih tepat. Untuk transaksi bernilai sangat besar yang membutuhkan penyelesaian segera, RTGS masih menjadi layanan yang paling sesuai.
Apakah Transfer LLG Masih Digunakan?
Meskipun layanan transfer instan seperti BI-FAST semakin populer, transfer LLG masih tersedia di banyak bank dan tetap digunakan, terutama oleh nasabah atau perusahaan yang memanfaatkan mekanisme kliring untuk transaksi tertentu.
Dengan memahami perbedaan karakteristik LLG, BI-FAST, dan RTGS, nasabah dapat memilih metode transfer yang paling sesuai dengan kebutuhan, baik dari sisi biaya, kecepatan, maupun nilai transaksi.
Tonton: Selat Hormuz Dibuka, Kenapa 2 Kapal Tanker Pertamina Masih Bertahan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













