Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Grafik pergerakan harga emas kembali merangkak naik hari ini, Senin (26/1/2026). Data pada grafik Sahabat Pegadaian per 26 Januari 2026 pukul 11.20 WIB memperlihatkan tren yang melonjak.
Harga emas per gram untuk Galeri24 naik Rp 40.000 dari Rp 2.925.000 ke Rp 2.965.000. Sedangkan merk UBS melonjak Rp 44.000 dari Rp 2.974.000 ke level Rp 3.018.000.
Situasi ini menandakan bahwa harga emas masih berada di level tertinggi dan mencetak rekor. Bahkan, seorang Ekonom Keuangan sekaligus Praktisi Pasar Modal Hans Kwee memprediksi harga emas dapat mencapai 10.000 dolar AS (Rp 168 juta) per troy ons pada 2030, sebagaimana dicatatkan Kompas.com, Senin (26/1/2026).
Bagaimana rinciannya?
Satu gram bisa capai Rp 5 juta pada 2030 mendatang
Dalam acara Edukasi Wartawan terkait Arah IHSG di Tengah Tensi Geopolitik dan Potensi Buble AI di Jakarta pada 23 Januari 2026, Hans mengungkapkan bahwa emas bisa masuk ke level 10.000 dolar AS.
Jika dikonversikan dalam asumsi kurs Jisdor, angka 10.000 dolar AS setara dengan Rp 168,38 juta per troy ons. Satu troy ons dalam hitungan Indonesia sama dengan 31,1 gram.
Artinya, per gram emas pada 2030 diproyeksikan bakal berada di level Rp 5,41 juta.
Baca Juga: Sertifikasi Halal: 17 Oktober 2026, Produk Ini Wajib Berlabel Halal!
"Emas pada 2030 diperkirakan bisa masuk ke level 10.000 dollar AS per troy ons. Tapi itu masih sekitar empat tahun lagi. Sementara untuk tahun ini saja, target harga emas global bisa mencapai 5.400 dollar AS per troy ons," kata Hans dikutip dari Antara.
Profesor ekonomi ingatkan tujuan investasi
Tarif emas yang terus mencetak rekor pun membuat sebagian orang dan investor bimbang. Menurut Guru Besar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si, keputusan beli emas bergantung terhadap tujuan investasi.
"Kalau mau mencari untung atau spekulasi bisa beli sekarang, karena ke depan harganya masih akan naik," beber Anton kepada Kompas.com, Sabtu (24/1/2026).
Baca Juga: Aturan Baru DJP: Layanan Publik Anda Kena Imbas Jika Tak Bayar Pajak
Untuk peluang penurunan harga emas, Anton mengaitkannya dengan kondisi perekonomian secara umum dan pilihan investasi lainnya.
"Jadi jawaban harga emas akan turun atau tidak itu tergantung pada apakah pemerintah mampu memperbaiki kondisi ekonomi," jelas Anton.
"Ini saja sebenarnya tidak cukup juga. Harga emas akan pula tergantung pada kondisi ekonomi global," tegas Anton.
Masyarakat harus bijak beli emas
Sekarang ini, instrumen emas masih menjadi primadona di kalangan investor maupun masyarakat umum. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Pengamat Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) Nurul Istiqomah menjelaskan, emas seringkali menjadi andalan karena dinilai mempunyai tingkat likuiditas tinggi.
Likuiditas tinggi berarti emas relatif aman sebagai portofolio investasi serta mudah diuangkan jika dibutuhkan. Kendati demikian, Nurul mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah saat membeli emas.
Lantas, langkah apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat?
Sebagai langkah praktis, Nurul mendorong masyarakat untuk menerapkan sikap bijak dan pola pembelian emas yang terencana. Sikap bijak dalam membeli emas bisa dimulai dengan menyisihkan sebagian pendapatan atau uang secara rutin.
Sebagian dana dapat ditabung di perbankan, sedangkan uang lainnya dikumpulkan secara bertahap untuk membeli emas.
Baca Juga: Kabar Baik! Bansos PKH/BPNT Januari 2026 Cair, Cek Nama Anda Sekarang
"Ada bagian dari pendapatan yang disisihkan untuk menabung. Sebagian bisa ditabung di bank dan ada sebagian yang nanti diakumulasikan untuk membeli emas setiap beberapa bulan sekali," ucap Nurul kepada Kompas.com, Jumat (23/1/2026).
Menurut Nurul, pola menabung emas ini bermanfaat untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan di masa mendatang.
"Hal ini menjadi manfaat untuk menabung emas guna kepentingan di masa datang. Mulai dari untuk biaya pendidikan anak, biaya pernikahan, biaya pelunasan haji, untuk membeli rumah atau mobil secara tunai di masa yang akan datang," sebutnya.
Dengan sikap bijak plus perencanaan matang, emas menjadi sarana menabung yang lebih aman di masa mendatang.
Menabung emas harus pakai uang dingin
Menurut Nurul, menabung emas masih relevan meskipun harganya sekarang terbilang mahal. Situasi tersebut tidak serta-merta menjadi faktor bagi masyarakat untuk menunda pembelian emas, selama ada perencanaan yang matang.
"Saya kira masih cukup relevan, walaupun harga emas membumbung tinggi," papar Nurul.
"Asalkan tidak ada rencana uang yang digunakan untuk membeli emas tersebut dibutuhkan untuk keperluan lain dalam jangka pendek," sambungnya.
Nurul menyebutnya dengan istilah "uang dingin". Sebuah dana yang dialokasikan khusus, bukan untuk kebutuhan jangka pendek atau sehari-hari.
"Istilahnya menggunakan 'uang dingin'," sebutnya.
Dana mepet, apakah disarankan beli emas?
Lantas, bagaimana jika masyarakat ingin tetap membeli emas dengan jumlah dana yang mepet? Nurul mengingatkan bahwa sekarang terdapat banyak lembaga keuangan yang menyediakan opsi berinvestasi emas tanpa harus terbebani dengan harga yang tinggi.
Program-program seperti tabungan atau cicilan emas memungkinkan masyarakat untuk berinvestasi secara bertahap.
"Untuk masyarakat dengan jumlah dana terbatas tetapi berkeinginan untuk mempunyai emas, maka bisa menggunakan tawaran yang diberikan oleh beberapa bank mengenai cicilan emas," sebut Nurul.
Tonton: Raksasa Properti Dubai Siap Bangun Mal hingga Kantor di IKN, Investasi Capai Rp 4 Triliun
Nurul menjelaskan, cicilan emas bisa disesuaikan dengan jumlah gramasi serta periode waktu pelunasan. Hal ini juga masuk sebagai salah satu bentuk pengalihan supaya tidak melakukan kegiatan konsumtif yang terlalu tinggi.
"Menurut saya itu sangat menguntungkan buat kalangan dengan dana terbatas tetapi mempunyai keinginan untuk menabung emas," jelasnya.
Perencanaan ini perlu dibarengi dengan sikap memastikan kebutuhan dasar telah terpenuhi.
"Dengan catatan kebutuhan dasar mereka sudah terpenuhi. Yang digunakan untuk mengurangi pengeluaran tersier," tambahnya.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Harga Emas Tembus Rp 3 Juta per Gram Hari Ini, Pakar Ingatkan Jangan Asal Beli"
Selanjutnya: Wabah Nipah India: Kemenkes RI Ungkap Gejala, Cara Penularan, & Pencegahan Wajib!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













