kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.844   26,00   0,15%
  • IDX 8.961   35,50   0,40%
  • KOMPAS100 1.233   5,62   0,46%
  • LQ45 871   3,85   0,44%
  • ISSI 325   1,42   0,44%
  • IDX30 442   1,38   0,31%
  • IDXHIDIV20 521   1,98   0,38%
  • IDX80 137   0,75   0,55%
  • IDXV30 145   0,64   0,44%
  • IDXQ30 141   0,16   0,11%

Modus Love Scamming: Jebakan Emosional Berujung Rugi Miliaran


Kamis, 08 Januari 2026 / 11:35 WIB
Modus Love Scamming: Jebakan Emosional Berujung Rugi Miliaran
ILUSTRASI. self love (dok./Kontan)

Penulis: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Mengenal apa itu love scamming dan ciri-cirinya. Di era digital saat ini, mencari pasangan melalui aplikasi kencan atau media sosial telah menjadi hal biasa. Namun, di balik kemudahan itu, muncul ancaman berupa love scamming, sebuah bentuk penipuan yang memanfaatkan emosi korban untuk meraih keuntungan finansial.

Love scamming, atau sering disebut romance scam, bukan hanya menyakiti hati, tetapi juga menguras dompet. Menurut data dari FBI, ribuan kasus dilaporkan setiap tahun dengan kerugian mencapai miliaran dolar secara global.

Di Indonesia, fenomena ini semakin marak, terutama melalui platform seperti Tinder, Instagram, atau WhatsApp, di mana pelaku sering berpura-pura sebagai orang asing yang sukses.

Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu love scamming, cara kerjanya, kaitannya dengan aspek finansial, serta tips pencegahan agar Anda tidak menjadi korban.

Baca Juga: Pembeli Wajib Tahu: Harga Emas Pegadaian Galeri 24 dan UBS Naik

Pengertian Love Scamming

Menurut Investopedia, Love scamming adalah jenis penipuan di mana pelaku menciptakan identitas palsu secara online untuk membangun hubungan romantis atau kedekatan emosional dengan korban.

Tujuannya bukan cinta sejati, melainkan memanipulasi korban agar memberikan uang atau informasi keuangan.

Berbeda dengan penipuan finansial biasa yang langsung menawarkan investasi palsu, love scamming memanfaatkan kepercayaan dan kasih sayang yang dibangun secara bertahap. 

Pelaku sering menggunakan foto curian dari internet, cerita hidup yang menyedihkan, atau janji masa depan indah untuk menarik simpati.

Di Indonesia, istilah ini dikenal luas sebagai "penipuan modus cinta", dan menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kasus semacam ini meningkat seiring dengan penggunaan media sosial yang masif. 

Baca Juga: 5 Macam Scam yang Bikin Tabungan Ludes, Cek Juga Strategi Menghindarinya ala OJK

Cara Kerja Love Scamming

Modus operandi love scamming biasanya dimulai dari kontak awal di platform digital. Pelaku akan mendekati korban dengan pujian berlebihan, obrolan intensif setiap hari, dan cepat menyatakan cinta, sering dalam hitungan minggu.

Setelah kepercayaan terbentuk, mereka mulai menceritakan masalah pribadi, seperti sakit keluarga, kecelakaan, atau kesulitan bisnis di luar negeri. 

Di Indonesia, pelaku sering mengaku sebagai ekspatriat, tentara, atau pebisnis yang sedang bekerja di luar negeri, sehingga sulit bertemu langsung. Mereka menghindari video call dengan alasan teknis atau privasi, dan fokus membangun ikatan emosional melalui chat atau panggilan suara.

Tahap krusial adalah saat mereka meminta bantuan finansial, mulai dari jumlah kecil untuk "tes" hingga besar untuk "investasi bersama".

Baca Juga: Waspada, Bahaya Quishing Mengintai! QR Code Palsu Bisa Sedot Rekening

Kaitan dengan Aspek Finansial

Menurut OJK, aspek finansial menjadi inti dari love scamming, di mana penipuan ini termasuk dalam kategori confidence scheme atau penipuan kepercayaan. 

Pelaku tidak hanya meminta uang tunai untuk kebutuhan darurat, seperti biaya medis atau tiket pulang, tetapi juga melibatkan skema yang lebih kompleks seperti investasi kripto palsu, pinjaman bisnis, atau bahkan akses ke rekening bank korban. 

Kerugian finansial bisa mencapai puluhan juta rupiah per korban di Indonesia, dengan total kasus yang dilaporkan ke polisi mencapai ratusan setiap tahun. Ini juga terkait dengan economic abuse, di mana pelaku memanipulasi emosi untuk mengontrol keuangan korban, seperti meminta transfer uang melalui aplikasi e-wallet atau rekening luar negeri yang sulit dilacak. 

Dampaknya tidak hanya hilangnya uang, tetapi juga hutang, stres finansial, dan kerusakan kredit jika korban terlibat dalam skema pinjaman.

Baca Juga: Apakah Uang Korban Penipuan Bisa Kembali? Ini Cara Lapor dan Penanganan

Tanda-Tanda Love Scamming

Untuk mengenali love scamming, perhatikan ciri-ciri berikut: Pelaku terlalu cepat jatuh cinta tanpa pertemuan langsung, sering menghindari video call, dan cerita hidupnya terdengar terlalu dramatis. 

Mereka juga selalu punya alasan untuk tidak bertemu, seperti pekerjaan di luar negeri atau pandemi. Saat meminta uang, mereka menekankan urgensi dan kerahasiaan, serta marah jika ditolak.

Di Indonesia, banyak kasus melibatkan pelaku dari negara seperti Nigeria atau Filipina, tetapi bisa juga lokal. Saat profil tampak sempurna, seperti kaya, tampan, tetapi selalu bermasalah, itu dapat menjadi red flag.

Demikian apa itu love scamming dan ciri-cirinya yang perlu diwaspadai.

Tonton: Pekerja dengan Gaji hingga Rp 10 Juta Bebas Pajak, Ini Kriterianya

Selanjutnya: Harga Galaxy S25 Ultra Anjlok Drastis, Waktu Tepat untuk Membeli?

Menarik Dibaca: Ragam Promo Roti'O Periode Januari 2026, Bundling 2 Roti & 2 Minuman Cuma Rp 39.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

×